BARABAI – Komisi II DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) HST guna membahas anjloknya harga gabah saat puncak musim panen.
Ketua KTNA HST, Saleh, mengungkapkan keresahan para petani akibat turunnya harga gabah secara drastis, terutama menjelang panen raya usai Lebaran. Selain itu, serapan gabah oleh Bulog dinilai belum maksimal.
“Kami khawatir harga kembali jatuh di bawah Rp6.500 dan serapan tidak optimal. Karena itu, kami meminta komitmen Bulog untuk mengantisipasi,” ujar Saleh, Kamis (12/2/2026).
Ia berharap gabah petani yang dibeli tengkulak tidak jauh dari harga Rp6.000 per kilogram agar petani tidak merugi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD HST, H Dudi Hermawan, menegaskan bahwa RDP digelar sebagai tindak lanjut aspirasi petani.
“Kami berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya petani, dan menjembatani semua pihak agar solusi terbaik bisa ditemukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Kancab HST, M Riza Wahyudi Al-Akram, menyampaikan bahwa pada 2025 pihaknya berhasil menyerap 8.096 ton gabah atau setara 4.267 ton beras, melampaui target.
Untuk 2026, Bulog menargetkan penyerapan hingga 15.000 ton gabah atau setara 8.000 ton beras.
“Kami siap menyerap gabah petani sesuai penugasan saat panen raya,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa optimalisasi serapan memerlukan dukungan kualitas gabah serta penambahan fasilitas pengering (dryer) dari Kementerian Pertanian.
Ke depan, skema penyerapan akan dilakukan melalui penjadwalan penjemputan gabah yang disesuaikan dengan kapasitas dryer.
RDP ini turut dihadiri jajaran Komisi II DPRD HST, KTNA, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, serta Perum Bulog Kancab HST.
Editor : Eddy Hardiyanto