BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai merealisasikan pembangunan stadion bertaraf internasional di Kota Banjarbaru. Salah satu proyek strategis tahun TA 2026 yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalsel itu, resmi masuk tahap awal, proses tender manajemen konstruksi dibuka.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, mengungkap pembangunan stadion internasional itu dirancang dengan skema tahun jamak (multi years). “Pembangunan stadion internasional saat ini masih dalam tahap persiapan tender dengan skema design and build,” katanya, Rabu (11/2).
Ia menjelaskan, paket awal yang sudah ditayangkan adalah manajemen konstruksi. Paket tersebut telah diumumkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalsel. “Manajemen konstruksi stadion sudah tayang di laman LPSE,” bebernya.
Dari laman LPSE, paket tersebut tercantum dengan nama Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional Tahap I (Manajemen Konstruksi). Pagu anggarannya mencapai Rp15 miliar. Sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disusun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tercatat sebesar Rp14.988.457.900.
Ryan menyebut, skema design and build dipilih agar pekerjaan fisik dan penyempurnaan desain dapat berjalan bersamaan. “Dengan skema ini, pekerjaan fisik dan finalisasi desain akan dilakukan secara paralel, sehingga progres bisa lebih cepat,” jelasnya.
Mengacu Nota Kesepahaman antara Pemprov Kalsel dan DPRD Kalsel, pembangunan stadion internasional tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1 triliun untuk tiga tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2028 mendatang.
Di tahun pertama, pekerjaan difokuskan pada pengolahan dan perkuatan tanah serta pembangunan struktur awal. “Target kami, akhir 2028 stadion sudah rampung. Jadi pada 2026 sampai 2027 progres fisik harus sudah terlihat signifikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyyib, menyampaikan estimasi anggaran pembangunan stadion mencapai sekitar Rp1 triliun. Kendati demikian, nilainya masih berpotensi berubah seiring proses perhitungan detail. “Kurang lebih Rp1 triliun, itu sementara. Bisa berkembang karena masih kami hitung lagi,” sebutnya.
Stadion bertaraf internasional tersebut akan dibangun di kawasan Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Menurutnya, lokasi itu telah melalui studi kelayakan dan mendapat persetujuan Gubernur Kalsel, Muhidin. “Gubernur memang memilih lokasi yang ada ini,” ujarnya.
Tak hanya stadion utama, kawasan tersebut nantinya juga akan dikembangkan sebagai pusat olahraga terpadu. Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan, mulai dari kolam renang, sport center, hingga hall pameran dan fasilitas sepak bola indoor.
Meski berlokasi di Kota Banjarbaru, Yasin menegaskan pembiayaan pembangunan stadion yang merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah ini, seluruhnya menggunakan anggaran Pemprov Kalsel. “Pemprov dan DPR sudah sepakat bahwa ini program prioritas. Penganggarannya sudah terencana dengan baik sehingga tidak akan mengganggu program yang lain,” katanya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief