Banjarbaru – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2025 di Kota Banjarbaru berhasil menjangkau puluhan ribu warga. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan persoalan kesehatan masyarakat masih didominasi penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Juhai Trianty Agustina, saat dikonfirmasi Rabu (11/2) mengatakan pelaksanaan CKG dimulai sejak 10 Februari 2025 dan dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas di lima kecamatan.
“Pada tahun 2025 telah dilaksanakan CKG pada 53.461 orang atau 19,18 persen dari jumlah penduduk Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan pada kelompok usia dewasa, sebut Kadinkes, kasus terbanyak yang ditemukan adalah karies gigi atau gigi berlubang sebesar 51,85 persen. Disusul hipertensi atau tekanan darah tinggi sebanyak 32,08 persen, serta obesitas 24,87 persen.
"Sementara itu, pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, sejumlah faktor risiko juga menjadi perhatian. Sebanyak 29,53 persen anak berisiko terpapar asap rokok dan 4,97 persen tercatat sudah merokok," sebutnya
Selain itu, 26,58 persen menunjukkan gejala yang perlu diperhatikan dalam skrining kesehatan jiwa. Meski demikian, kondisi tersebut masih tergolong ringan berdasarkan hasil penilaian tenaga kesehatan.
“Untuk skrining kesehatan jiwa yang ditemukan masih dalam tahap ringan,” kata Juhai.
Dinkes bersama Puskesmas akan melakukan tindak lanjut apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan jiwa, termasuk rujukan ke rumah sakit atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) jika diperlukan.
Temuan lain yang cukup tinggi pada kelompok usia sekolah adalah karies gigi sebesar 63,89 persen, kurang aktivitas fisik 64,39 persen, serta hipertensi 22,77 persen.
Juhai menjelaskan, pelaksanaan CKG untuk anak dilakukan dengan sistem jemput bola. Petugas Puskesmas mendatangi langsung sekolah-sekolah sesuai wilayah kerja masing-masing.
“Kalau untuk CKG anak ke sekolah, kita lakukan jemput bola ke sekolah-sekolah oleh tenaga Puskesmas sesuai wilayah kerjanya,” jelasnya.
Terakhir, Dinkes menilai hasil CKG menjadi gambaran penting untuk memperkuat upaya promotif dan preventif.
"Terutama dalam meningkatkan aktivitas fisik, kesehatan gigi, serta deteksi dini kesehatan mental di kalangan pelajar," ucapnya
Editor : Arif Subekti