KOTABARU- Gelaran Pemilihan Putra Putri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Putparekraf) Kotabaru 2026 garapan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru kini memasuki fase krusial.
Sejak akhir Januari lalu, para peserta telah melewati rangkaian agenda padat menuju malam puncak.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Noor Riski Sahbudin (22), mengungkapkan bahwa proses seleksi tahun ini dilakukan secara ketat.
Dimulai dari technical meeting pada Jumat (30/1), dilanjutkan audisi ketat pada Sabtu (31/2), hingga sesi photoshoot di salah satu kafe lokal pada Minggu (1/2) berikutnya.
"Setelah masa tenang, para finalis langsung masuk ke tahap karantina terbuka sejak Jumat (6/2) lalu hingga Rabu (11/2) hari ini. Agenda pemilihan sangat padat, mulai dari pendalaman organisasi hingga kunjungan lapangan," ujar Riski saat diwawancarai Radar Banjarmasin di sela pendampingan materi, Rabu (11/2).
Selama masa karantina, para calon duta wisata ini tidak hanya sekadar tampil menawan, tetapi juga dibekali wawasan luas. Pada Minggu (7/2) siang, Asisten I Setda Kotabaru, Minggu Basuki, memberikan materi seputar pemerintahan.
Berlanjut pada Senin (8/2) para peserta berkesempatan melakukan audiensi langsung dengan Wakil Bupati beserta istri di kediaman beliau.
Tak berhenti di situ, Ketua Gekrafs Kotabaru, M Basir, turut memberikan suntikan materi terkait ekonomi kreatif. Sementara pada Selasa (10/2), Kepala Disparpora Kotabaru, Sonny Tua Halomoan, terjun langsung memaparkan strategi kepariwisataan daerah.
"Besok (Kamis) mereka akan masuk karantina tertutup untuk pematangan koreografi, gladi bersih, serta pendalaman materi bahasa asing," tambah Riski.
Cerita menarik datang dari para peserta. Safar Heriawan, siswa MAN Kotabaru, mengaku sempat hampir menyerah sebelum memulai.
“Awalnya sempat putus asa, tapi saya pikir coba saja dulu, urusan rezeki belakangan. Di sini saya belajar banyak soal pariwisata dan ekonomi, tapi yang paling penting saya punya keluarga baru dan jauh lebih percaya diri," ungkapnya.
Hal senada dirasakan Mariesa Ointika Anwar. Siswi SMAN 1 Kotabaru ini mengaku awalnya hanya sekadar ikut-ikutan karena didaftarkan teman. Ia sempat merasa tidak pantas dan lebih nyaman berdiam diri di rumah.
"Tapi setelah dijalani, ternyata sekeren itu. Saya jadi tahu sejarah daerah dan potensi ekraf kita. Kalau tidak ikut ini, saya tidak akan tahu dunia luar. Ini pengalaman yang sangat berguna untuk masa depan," kata Mariesa.
Puncak acara atau Grand Final dijadwalkan berlangsung di Panggung Paris Barantai pada Jumat (13/2) malam Sabtu mendatang.
Editor : Arif Subekti