RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin berencana melaksanakan kegiatan retreat bagi jajaran pejabat pemerintahan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang, setelah Hari Raya Idulfitri.
Bupati Tapin, Yamani membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, retreat ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah, mulai dari kepala desa (pembakal), lurah, camat, kepala bagian hingga kepala dinas.
“Memang akan dilaksanakan retreat, rencananya setelah lebaran, sekitar bulan April. Kita mengharapkan seluruh jajaran, dari kepala desa, lurah, camat, kepala bagian sampai kepala dinas bisa ikut,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Rencananya, retreat akan dilaksanakan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung. Lokasi tersebut dipilih untuk mendukung pendalaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing pejabat sesuai perannya dalam pemerintahan.
“Tujuannya agar mereka bisa mendalami tugas masing-masing sesuai tanggung jawabnya di pemerintahan. Kita menghendaki pelaksanaannya serentak, mudah-mudahan lokasi memungkinkan,” harapanya.
Ia menekankan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman tupoksi, tetapi juga penguatan disiplin, kebersamaan, serta pembangkitan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam bekerja dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, retreat ini bisa meningkatkan penguatan tupoksi, disiplin, kebersamaan, serta menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan orientasi pelayanan,” tegasnya.
Kepala BKPDSM Tapin Gusti Ridha Jaya Wardana menambahkan, pihaknya telah melakukan pembicaraan awal dengan Rektor IPDN Jatinangor. Nota kesepahaman (MoU) disebut sudah ada, dan saat ini tinggal tahap perjanjian kerja sama.
“Untuk retreat sendiri sudah ada pembicaraan awal dengan Rektor IPDN Jatinangor. MoU sudah, tinggal perjanjian kerja samanya lagi,” jelasnya.
Berdasarkan hasil survei awal, satu angkatan retreat idealnya diikuti sekitar 100 peserta. Namun demikian, Pemkab Tapin masih mengupayakan agar seluruh peserta dapat digabung dalam satu waktu, apabila kapasitas lokasi memungkinkan.
“Soal pembiayaan masih kita bicarakan lagi,” pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby