Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ditolak Warga, Pasar Ramadan Kotabaru Batal Dipusatkan di Jalan Singabana, Terpaksa Dipindah ke Lokasi Ini

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:18 WIB

BATAL: Pasar Ramadan Kotabaru batal dipusatkan di Jalan Singabana.
BATAL: Pasar Ramadan Kotabaru batal dipusatkan di Jalan Singabana.
KOTABARU - Rencana Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk memusatkan Ramadhan Saijaan Fest (Pasar Wadai) di sepanjang Jalan Singabana dipastikan kandas. 

Keputusan pahit ini terpaksa diambil setelah pertemuan koordinasi di Kantor Kelurahan Kotabaru Tengah pada Rabu (4/2), berlangsung alot dan diwarnai aksi protes keras dari perwakilan masyarakat setempat. 

Warga melontarkan berbagai keberatan, mulai dari kendala teknis hingga aspek legalitas penggunaan bahu jalan, yang membuat rencana awal Pemkab akhirnya batal. 

Menyikapi kebuntuan tersebut, pemerintah daerah tidak ingin terjebak dalam polemik berkepanjangan dan segera mengambil langkah solutif dengan memindahkan lokasi pasar takjil tahunan ini ke kawasan Siring Laut. 

Kepala Dinas Koperindag Kotabaru, Risa Ahyani, kepada Radar Banjarmasin, Kamis (5/2) menjelaskan bahwa lokasi baru akan memanfaatkan sepanjang Jalan Sisingamangaraja, titik yang selama ini sukses menjadi pusat keramaian setiap kali agenda Car Free Day (CFD) digelar. 

Pilihan ini dinilai lebih representatif dan minim konflik kepentingan karena tidak langsung bersentuhan dengan pemukiman padat penduduk yang sensitif terhadap penutupan jalan akses.

Strategi penataan di Siring Laut kali ini pun dirancang lebih cerdas untuk menjembatani kepentingan pedagang dan kenyamanan pengguna jalan. 

Rencananya, lapak pedagang hanya akan menempati satu sisi jalan yakni sisi yang menghadap ke arah laut mulai dari depan Hotel Siring Dewi hingga area Kantor Pos. 

Dengan konsep ini, sisi jalan bagian darat tetap dibuka untuk arus lalu lintas, sehingga masyarakat bisa tetap melakukan tradisi ngabuburit atau berburu takjil dengan sistem semi (drive-thru) tanpa memicu kemacetan total di pusat kota.

Meski harus berpindah tempat secara mendadak, kuota pedagang dipastikan tetap terjaga dengan ketersediaan sekitar 20 unit tenda yang disiapkan oleh pemerintah. 

Fokus saat ini bergeser pada finalisasi maket dan koordinasi lintas sektoral yang akan digelar Jumat mendatang bersama Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian. 

“Langkah cepat ini menjadi bukti kami bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan H Rusli berupaya mengakomodasi suara masyarakat sekaligus memastikan ekonomi kecil di bulan Ramadhan tetap mendapat ruang pamer yang strategis di ikon wisata kebanggaan Kotabaru,” tutupnya. 

Editor : Sutrisno
#Kotabaru #pasar ramadan