Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Belasan Desa di Kab Banjar Masih Terdampak Banjir, Sungai Riam Kanan dan Bendungan Karang Intan Berstatus Waspada

M Fadlan Zakiri • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:40 WIB
MASIH BANJIR: Warga beraktivitas di dalam rumah yang tergenang banjir di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.
MASIH BANJIR: Warga beraktivitas di dalam rumah yang tergenang banjir di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.

MARTAPURA – Genangan air masih bertahan di tiga kecamatan dengan total 12 desa terdampak banjir di Kabupaten Banjar. Kondisi tersebut masih memengaruhi ribuan warga, khususnya dalam beraktivitas.

Hal ini terungkap dalam data terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Banjar, per Senin (2/2/) pukul 16.00 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan penurunan wilayah terdampak merupakan hasil surutnya debit air di sebagian besar kecamatan. “Saat ini banjir hanya tersisa di tiga kecamatan dengan 12 desa terdampak. Tidak ada pengungsi,” ujarnya, Selasa (3/2).

Adapun wilayah yang masih tergenang meliputi Kecamatan Sungai Tabuk (Desa Lok Buntar dan Sungai Pinang Baru), Kecamatan Martapura Timur (Desa Dalam Pagar Ulu), serta Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan sembilan desa terdampak, yakni Benua Anyar, Garis Hanyar, Cintapuri, Alalak Padang, Makmur Karya, Sumber Sari, Simpang Lima, Karya Makmur, dan Sindang Jaya.

BPBD mencatat, sebanyak 1.278 rumah terdampak, dengan 25 rumah masih terendam. Jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 1.624 KK atau 4.428 jiwa. Kelompok rentan relatif kecil, terdiri dari 18 bayi, 38 balita, dan dua lansia. Tidak ada ibu hamil maupun penyandang disabilitas yang terdampak.

Selain permukiman, banjir juga mengenai 21 sekolah, 19 tempat ibadah, delapan kantor, serta delapan fasilitas kesehatan. Sektor pertanian turut terdampak dengan luas kebun dan sawah tergenang mencapai 1.290 hektare.

Sisi lain, BPBD Kabupaten Banjar telah menyalurkan 1.700 paket logistik ke Kecamatan Cintapuri Darussalam serta mendistribusikan air bersih ke RSUD Ratu Zalecha sebanyak lima rit dengan total 25 ribu liter. Personel gabungan dari Pusdalops, TRC, TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pengecekan lapangan.

Pantauan ketinggian air sungai menunjukkan Sungai Martapura berstatus siaga, sementara Sungai Riam Kanan dan Bendung Karang Intan berstatus waspada. “Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama di wilayah yang masih berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” pungkasnya.

Sementara, banjir di Kalsel terus menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, genangan masih terjadi di dua kabupaten, Selain di Kabupaten Banjar, juga ada di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan banjir di Kabupaten Banjar saat ini tersisa di tiga kecamatan.

Sementara di Barito Kuala, genangan masih tercatat di empat kecamatan. “Untuk jumlah jiwa terdampak di Banjar sekitar 4.428 jiwa. Sedangkan di Barito Kuala mencapai 24.805 jiwa,” ujar Ronny, Senin (2/2).

Menurutnya, penurunan genangan dipengaruhi kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan cenderung rendah dan diselingi cuaca panas, sehingga mempercepat surutnya air di sejumlah wilayah.

Seiring membaiknya kondisi, seluruh lokasi pengungsian pun kini telah kosong. Warga terdampak disebut sudah kembali ke rumah masing-masing, meski genangan masih tersisa di sejumlah ruas jalan dan sebagian kecil fasilitas umum. “Yang masih tergenang sekarang hanya jalan dan sedikit fasilitas umum,” jelas Ronny.

Dengan berkurangnya jumlah pengungsi, BPBD Kalsel juga menarik operasional dapur umum di sejumlah titik. Namun, beberapa posko swadaya masyarakat masih tetap beroperasi untuk pembagian logistik dan penyediaan makanan. “Dapur umum sementara ditarik karena masyarakat sudah kembali ke rumah. Tapi di beberapa lokasi masih ada posko mandiri,” pungkasnya. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Banjir #Banjar #bencana #waspada