KOTABARU – Rencana Pemerintah Kabupaten Kotabaru memusatkan UMKM Ramadan Saijaan Fest atau Pasar Wadai di sepanjang Jalan Singabana resmi dibatalkan.
Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi di Kantor Kelurahan Kotabaru Tengah pada Rabu (4/2/2026), berlangsung alot dan diwarnai penolakan keras dari warga.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah keberatan.
Mulai dari aspek teknis lalu lintas, hingga persoalan legalitas penutupan jalan selama 30 hari penuh.
Perwakilan warga Jalan Singabana, H Fahmi menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal dan berpotensi melanggar aturan.
"Pengalihan fungsi jalan menjadi pasar dalam waktu lama itu sudah melanggar UU Lalu Lintas. Secara akses, mobilitas warga lokal pasti lumpuh. Kami punya kendaraan dan aktivitas ekonomi yang tidak bisa dihentikan begitu saja," ujar Fahmi.
Selain mengganggu mobilitas, para pedagang dan pemilik kios di sekitar lokasi juga mengeluhkan potensi terhambatnya aktivitas bongkar muat barang.
Kekhawatiran akses usaha tertutup membuat warga sepakat menolak rencana tersebut tanpa kompromi.
"Intinya kami menolak, tidak ada pertimbangan lain. Jangan sampai pemerintah memberi contoh buruk dengan melanggar aturan sendiri," tambah Fahmi.
Melihat situasi yang memanas dan berisiko menimbulkan konflik, Kepala Diskoperindag Kotabaru, Risa Ahyani memilih mengambil langkah persuasif dengan membatalkan rencana di Jalan Singabana.
"Kami mendengar langsung betapa kerasnya penolakan ini. Aspirasi warga kami tampung karena kami tidak ingin ada sengketa atau masyarakat yang teradu domba," ungkap Risa.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan memaksakan kegiatan di lokasi yang ditolak masyarakat.
Sebagai solusi, lokasi Pasar Wadai Ramadhan 2026 dialihkan ke kawasan Wisata Siring Laut, tepatnya di area Car Free Day.
Kawasan ini dinilai lebih representatif dan minim konflik.
"Rencananya kita geser ke Siring Laut. Di sana justru bisa lebih asyik karena terintegrasi dengan kawasan kuliner Siwalk. Pengunjung bisa belanja takjil sekaligus menikmati suasana pantai saat berbuka puasa," jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan Satpol PP dan Damkar, Camat Pulau Laut Utara, Camat Pulau Laut Sigam, Lurah Kotabaru Tengah, serta Kepala Desa Sebatung.
Editor : Eddy Hardiyanto