KANDANGAN – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus rabies.
Imbauan ini disampaikan menyusul masih banyaknya anjing liar yang berkeliaran di lingkungan permukiman warga, sehingga meningkatkan risiko kontak langsung dan gigitan hewan penular rabies (HPR).
Berdasarkan data Dinkes PPKB HSS, kasus gigitan hewan masih ditemukan hingga awal tahun 2026.
Sepanjang tahun 2025, tercatat 10 kasus gigitan anjing yang ditangani di Puskesmas, dengan satu ekor anjing dinyatakan positif rabies.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB HSS, Daru Priyanto memastikan belum ditemukan kasus rabies pada manusia hingga kini.
"Untuk kasus gigitan anjing tahun 2025 yang dilayani di puskesmas ada 10 kasus dengan satu kasus anjingnya terdeteksi positif rabies. Tapi untuk kasus positif rabies pada manusia tidak ada, karena pasien gigitan anjing segera diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)," ujar Daru Priyanto.
Memasuki awal 2026, tren kasus gigitan hewan masih perlu diwaspadai.
Dalam satu bulan pertama, sudah tercatat tiga laporan gigitan anjing.
"Bulan Januari 2026, sudah ada tiga kasus gigitan anjing yang terlaporkan," tambah Daru.
Daru menyebut, banyaknya anjing liar yang tidak terpantau kesehatannya menjadi tantangan utama dalam pengendalian rabies di HSS.
Karena itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gigitan hewan.
Warga yang tergigit anjing, kucing, maupun kera diimbau tidak menunda pemeriksaan medis agar segera mendapat vaksin anti rabies dan penanganan lanjutan.
Editor : Eddy Hardiyanto