Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kadinsos dan Kepala BPKPAD Banjarmasin Tegaskan BPJS Pasukan Kuning Aman

Endang Syarifuddin • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:53 WIB
PASTIKAN AMAN: Kadinsos dan Kepala BPKPAD Banjarmasin memastikan kepesertaan BPJS Pasukan Kuning tidak dicabut.
PASTIKAN AMAN: Kadinsos dan Kepala BPKPAD Banjarmasin memastikan kepesertaan BPJS Pasukan Kuning tidak dicabut.

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan ribuan petugas kebersihan atau Pasukan Kuning di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap aman dan tidak dicabut.

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya isu pencoretan BPJS yang disebut turut berdampak pada Pasukan Kuning.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi menjelaskan bahwa kepesertaan BPJS bagi pekerja yang telah memiliki penghasilan menjadi tanggung jawab masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Yang ditanggung itu oleh SKPD masing-masing. Pasukan Kuning dan guru honor di pendidikan, karena mereka sudah mempunyai penghasilan. Berbeda dengan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan,” ujar Nuryadi, Rabu (4/2/2036).

Menurutnya, kebijakan pencoretan BPJS Kesehatan hanya berlaku bagi warga yang tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan iuran. Bukan untuk tenaga kerja yang sudah memiliki pendapatan tetap.

Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menegaskan petugas kebersihan DLH telah lama terdaftar dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan melalui sistem penggajian.

“Pasukan Kuning petugas kebersihan itu sudah dicover oleh Dinas LH. Di dalam gaji mereka sudah ada komponen untuk membayar BPJS, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Pembayarannya dilakukan sesuai ketentuan,” jelas Edy.

Ia menyebut, pembiayaan BPJS menggunakan skema 4 persen ditanggung pemerintah, dan 1 persen oleh pekerja, sehingga kepesertaan tetap aktif.

“Jadi yang sempat disebut seribu hingga seribu lima ratus orang itu aman. Untuk Dinas LH, itu aman,” tegasnya.

Edy menambahkan, persoalan yang sempat mencuat dipicu data yang belum tersaring maksimal.

Karena itu, verifikasi ulang terus dilakukan.

“Ini tinggal disaring dan diverifikasi lagi. Informasi di lapangan kadang hanya dari cerita ke cerita,” katanya.

Pemko Banjarmasin memastikan akan terus memutakhirkan data agar kepesertaan BPJS tepat sasaran, sekaligus menjaga ketenangan para petugas kebersihan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#banjarmasin #BPJS #Pasukan Kuning