Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Muhammad Ramadani mengatakan, banyaknya sampah tersebut tidak semua disuplai ke tempat pengelolaan akhir (TPA) terpadu di Desa Bongkang, Kecamatan Haruai.
"Dari 55 ribu ton sampah yang dihasilkan masyarakat, hanya 33 ribu ton atau 66 persen yang dibawa ke TPA terpadu di Desa Bongkang," katanya, Kamis (29/1/2026).
Pengelolaan sampah itu dipungut dari 97 desa dan kelurahan di seluruh kecamatan se Kabupaten Tabalong. Sementara, desa sisanya sebanyak 34 desa dan kelurahan belum.
Ramadani mengakui, untuk desa yang belum terangkut menjadi pekerjaan rumah instansinya, sebagai upaya pelayanan kebersihan yang merata.
Sementara untuk separuh pengelolaan sampah sisanya dilakukan oleh pemerintahan desa sendiri.
Meski begitu, capaian tersebut telah melebihi target nasional dalam penanganan sampah per tahun yang ditetapkan sebesar 51,21 persen.
"Tapi ke depan kami akan terus berupaya mengatasi permasalahan sampah di Tabalong hingga tuntas melalui pengurangan, proses pembatasan, hingga daur ulang," terangnya.
Diantara solusinya, menyiapkan lembaga pengelolaan sampah serta adanya TPS di desa sebagai pengelolaan sampah. Walaupun kemudian diangkut ke TPA Bongkang.
Editor : Sutrisno