Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bukan di Siring Lagi, Lokasi Pasar Wadai Ramadan di Kotabaru Dikembalikan ke Jalan Singabana

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:19 WIB

MENJELASKAN: Kadiskoperndag Kotabaru Risa Ahyani
MENJELASKAN: Kadiskoperndag Kotabaru Risa Ahyani
KOTABARU - Sempat menjadi perbincangan hangat, lokasi pusat kuliner Ramadan di Kotabaru menemui titik terang, Kamis (29/1).

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) memutuskan untuk memusatkan seluruh aktivitas pedagang takjil di kawasan Jalan Bakti atau Jalan Singabana.

Keputusan ini seolah menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat yang mendambakan kembalinya atmosfer Pasar Wadai ke lokasi yang dianggap paling ikonik di jantung kota tersebut. 

Sebelumnya, Pemkab memang sempat memindahkan pusat keramaian ke Siring Laut hingga kawasan Pasar Limbur. Namun, hal itu menyisakan catatan evaluasi yang cukup tebal.

Terkait ini Kepala Diskoperindag Kotabaru, Risa Ahyani saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kamis (29/1) sore menjelaskan bahwa kebijakan tahun ini diambil berdasarkan evaluasi lapangan yang sangat objektif. 

Menurutnya, meskipun pusat kegiatan dipusatkan di Siring Laut, kawasan Jalan Bakti secara alami tetap diserbu pedagang dan pembeli. Kondisi ini membuat konsentrasi massa pecah dan menyulitkan petugas keamanan.

"Kita sudah pernah adakan di Siring Laut, kemudian di Pasar Limbur. Namun faktanya, di kawasan Bakti setiap tahun selalu ramai masyarakat berjualan makanan secara mandiri saat Ramadan. Ini menambah daftar lokasi yang harus diamankan oleh kawan-kawan aparat," ungkap Risa.

Ia menambahkan, dengan menyatukan seluruh pedagang dalam satu zona resmi di Singabana, pemerintah berharap beban kerja aparat gabungan bisa jauh lebih efisien.

"Tahun ini kita coba gabungkan di satu titik. Harapannya, beban kerja dari Polres, Satpol PP, dan Dishub tidak lagi terbagi-bagi. Satu titik pengamanan akan jauh lebih maksimal," tegasnya. 

Kabar dikembalikannya Pasar Ramadan ke Jalan Singabana disambut antusias oleh warga Nasaruddin masyarakat Pulau Laut Utara. Pasalnya, selama ini masyarakat merasa terbelah ketika harus mencari takjil karena banyaknya titik keramaian yang tidak teratur.

Ia mengaku lega dengan kabar tersebut. Ia menilai Jalan Bakti memiliki aura Ramadhan yang lebih kental dibandingkan lokasi lainnya.

"Kalau di Siring Laut memang luas, tapi auranya lebih ke tempat wisata. Kalau di Singabana ini rasanya memang benar-benar pasar wadai tradisional. Kita tidak perlu muter-muter lagi, cukup satu jalur semua makanan ada," ujarnya.

Senada dengan Nasar, Maulida Intan Nur’ain salah gadis juga kerap berjualan kue musiman, mengaku lebih tenang dengan kepastian lokasi ini.

"Tahun kemarin sempat bingung mau jualan di mana karena di lokasi resmi jauh dari jangkauan pembeli. Kalau tahun ini dipusatkan di bakti, kami pedagang kecil tentu sangat bersyukur," tuturnya.

Bagi para pelaku UMKM yang tidak ingin ketinggalan momen panen tahunan ini, Diskoperindag mengimbau untuk segera merapat. Proses administrasi dan pendaftaran lapak kini difokuskan pada Bidang UMKM di kantor Diskoperindag Kotabaru.

Pemerintah berjanji akan menata lapak-lapak pedagang agar tidak hanya ramai, tapi juga estetis dan tidak mengganggu arus lalu lintas secara total.

Editor : Sutrisno
#Kotabaru #Pasar Wadai