Legislator yang juga warga asli Kecamatan Piani itu meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk membasmi gulma tersebut.
Menurut Rustan, keberadaan kayapu sangat mengganggu pemandangan bendungan yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Tapin. Kondisi tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Pemandangan yang dulunya bagus, sekarang hanya ada kayapu. Ini sangat mengganggu dan harus secepatnya ditanggulangi oleh pihak terkait,” tegasnya, Kamis (29/1/2026) kepada Radar Banjarmasin.
Ia menekankan, penanganan gulma kayapu perlu dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar tidak terus berkembang dan menimbulkan persoalan yang lebih besar.
Rustan juga berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan instansi teknis yang memiliki kewenangan terhadap Bendungan Tapin.
Sorotan terhadap kondisi bendungan sebelumnya juga disampaikan Tokoh Adat Dayak Kabupaten Tapin, Karliansyah. Ia mengeluhkan perubahan drastis kondisi waduk yang dulunya bersih dengan air berwarna kebiruan, namun kini hampir seluruh permukaannya tertutup gulma kayapu.
“Dulu waduk ini bersih, airnya biru. Sekarang sudah penuh ditutupi gulma yang namanya kayapu,” ujarnya.
Karliansyah menilai, keberadaan gulma dalam jumlah besar tersebut bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi membahayakan struktur bendungan. Beban dari tumpukan tanaman air itu dikhawatirkan dapat menambah tekanan terhadap Bendungan Tapin.
“Menurut pemikiran kami, banyaknya gulma ini sangat berat dan bisa menambah tekanan pada bendungan. Ini sudah tahun kedua waduk penuh seperti ini dan tekanannya sudah sampai ke check dam Bendungan Tapin,” katanya.
Ia mengungkapkan, masyarakat bersama tim bendungan sebenarnya pernah melakukan gotong royong membersihkan kayapu. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena gulma kembali tumbuh dalam waktu singkat dengan jumlah yang lebih banyak.
“Kami pernah bergotong royong membuang kayapu bersama tim bendungan, tapi hasilnya sia-sia. Tidak bertahan lama, gulma tumbuh lagi dan makin banyak,” tuturnya.
Karena itu, Karliansyah meminta pihak-pihak yang memiliki kewenangan, khususnya balai terkait, agar serius memikirkan solusi jangka panjang dan mengambil langkah penanganan yang tepat.
“Kami sebagai masyarakat ikut memikirkan. Harapannya, yang berkepentingan bisa mengambil tindakan. Jangan sampai beban gulma ini terus bertambah dan menimbulkan dampak yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Editor : Sutrisno