KANDANGAN – Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) patut berbangga. Keindahan alam dan kekayaan budaya Bumi Antaludin kini siap menyapa penonton di seluruh Indonesia melalui film terbaru berjudul "KUYANK" dari Saranjana Universe.
Film produksi DHF Entertainment ini dijadwalkan tayang perdana di seluruh jaringan bioskop nasional mulai Kamis, 29 Januari 2026.
Diproduseri dan disutradarai oleh putra daerah asal Nagara Daha, Johansyah Jumberan, film ini bukan sekadar menyajikan cerita menarik, tetapi juga menjadi etalase visual bagi potensi wisata dan kearifan lokal HSS.
Lokasi ikonik seperti Pasar Kandangan, Tugu Dodol Kandangan, hingga Rumah Adat Banjar Balai Laki menjadi latar penting yang memperkuat identitas daerah dalam film tersebut.
"Film-film dari Saranjana Universe termasuk film KUYANK ini mempunyai misi mengenalkan budaya banjar," ujar Johansyah saat gala premier di KCM Tabalong.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten HSS, Hendro Martono, menyampaikan rasa bangganya atas hadirnya film ini sebagai sarana memperkenalkan daerah ke kancah yang lebih luas.
“Kami sangat bangga, karena melalui film KUYANK, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dikenal dan dilihat oleh banyak orang, baik di tingkat nasional hingga berpeluang dikenal di tingkat internasional,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten HSS, Rony, menilai film ini sangat efektif dalam mempromosikan keindahan alam lokal.
“Film KUYANK menampilkan keindahan alam Hulu Sungai Selatan dengan sangat menarik. Kami berharap ke depan semakin banyak produksi film yang mengambil lokasi di HSS, karena masih banyak tempat unik dan menarik yang belum diangkat, seperti kekayaan alam dan budaya di kawasan Loksado,” kata Rony.
Sementara, Ketua Dewan Kesenian HSS, Muhammad Riduan, menambahkan bahwa selain aspek visual, film ini memuat nilai edukasi budaya yang mendalam bagi generasi muda.
“Dari film ini kita bisa mengambil pesan tentang pentingnya merawat dan melestarikan budaya. KUYANK menampilkan pelaminan Banjar, busana pengantin Banjar, seni madihin, rumah adat Banjar Balai Laki, serta unsur budaya Banjar lainnya yang patut dijaga dan diwariskan,” tuturnya.
Melalui film KUYANK, kolaborasi antara seni, budaya, dan potensi wisata diharapkan dapat mendorong pengembangan industri kreatif di HSS.
Editor : M Oscar Fraby