Banjarbaru – Meski telah resmi ditutup, eks Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Guntung Manggis masih kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh sejumlah warga. Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Banjarbaru, Subrianto, memastikan sampah yang muncul di area eks TPS tersebut tetap akan diangkut agar tidak menumpuk dan menimbulkan dampak lingkungan.
“Apabila masih terdapat sampah di eks TPS tersebut, tetap menjadi perhatian kami dan pasti diangkut,” ujarnya, Rabu (28/1).
Selain pengangkutan, DLH Banjarbaru juga mengambil langkah persuasif terhadap warga yang masih membuang sampah di lokasi yang telah ditutup. Edukasi dilakukan dengan mengarahkan warga ke TPS terdekat yang masih beroperasi.
“Kepada warga yang masih kedapatan membuang sampah di sana akan diedukasi agar tidak lagi, sekaligus diarahkan ke TPS terdekat,” tambahnya.
Subrianto menjelaskan, penutupan TPS merupakan bagian dari penataan sistem persampahan di Kota Banjarbaru. Pada tahun 2025, DLH telah menutup tiga TPS. Pertama, TPS Golf yang lahannya akan dimanfaatkan oleh Angkasa Pura I, dengan pengalihan pembuangan ke TPS Bypass, PDU Loktabat Utara, dan TPS Sidomulyo.
Kedua, TPS Rabatig ditutup karena lokasinya dinilai tidak ideal lantaran berdekatan dengan kawasan perkantoran dan area bermain, dengan pengalihan ke TPS Purnama dan TPS Pinus. Ketiga, TPS Wengga RT 40 ditutup atas keberatan warga sekitar, dan diarahkan ke TPS3R Gotong Royong.
Sementara itu, pada tahun 2026, terdapat dua TPS yang ditutup. Yakni TPS Guntung Paring yang dipindahkan ke lokasi baru yang berdekatan, serta TPS Guntung Manggis yang berada di bahu jalan dan dinilai tidak aman. Pembuangan sampah dari wilayah tersebut kini dialihkan ke TPS Guntung Paring dan TPS3R Gotong Royong.
DLH Banjarbaru berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut dengan mematuhi lokasi pembuangan sampah yang telah ditetapkan, guna menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan aman.
Editor : Arif Subekti