Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Karet Dunia Naik, Sektor Pertanian Balangan Tetap Stabil

M Dirga • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:58 WIB

 

Petani karet di Kabupaten Balangan melakukan penyadapan getah karet di kebun. (Diki untuk Radar Banjarmasin)
Petani karet di Kabupaten Balangan melakukan penyadapan getah karet di kebun. (Diki untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Di tengah fluktuasi harga karet dunia, sektor pertanian di Kabupaten Balangan masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Kenaikan harga karet global dalam sebulan terakhir belum berdampak signifikan terhadap kinerja pertanian daerah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Balangan.

Harga karet dunia tercatat berada di kisaran 185,20 sen AS per kilogram pada pertengahan Januari 2026. Angka tersebut naik dibandingkan posisi sebulan sebelumnya yang berada di level 173,70 sen AS per kilogram. Meski sempat terkoreksi pada perdagangan 20 Januari 2026 ke level 180,80 sen AS per kilogram, secara bulanan harga karet masih mencatatkan tren penguatan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Balangan, Roy Suryanto, mengatakan dinamika harga karet dunia merupakan faktor eksternal yang turut memengaruhi sektor pertanian daerah, meski dampaknya tidak selalu dirasakan secara langsung.

“Secara umum, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kabupaten Balangan masih menunjukkan kinerja yang positif. Meskipun sempat melambat pada 2022, pertumbuhan kembali menguat pada 2023 dan tetap terjaga pada 2024,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan data BPS, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Balangan atas dasar harga konstan pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir.

Pada 2021 sektor ini tumbuh 3,54 persen, kemudian melambat menjadi 0,35 persen pada 2022. Pertumbuhan kembali menguat pada 2023 sebesar 3,99 persen, sebelum sedikit menurun menjadi 3,63 persen pada 2024.

Roy menjelaskan, fluktuasi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, siklus produksi komoditas pertanian, hingga pergerakan harga komoditas di pasar global.

“Kondisi cuaca dan dinamika harga komoditas, termasuk karet, memang berpengaruh. Namun sektor pertanian di Balangan masih cukup resilien dan mampu menjaga pertumbuhan,” katanya.

Sementara itu, kenaikan harga karet dunia dipengaruhi kondisi cuaca di negara produsen utama seperti Thailand dan Indonesia yang diperkirakan mendukung peningkatan pasokan. Di sisi lain, permintaan global masih dibayangi perlambatan ekonomi China sebagai konsumen karet terbesar dunia, meski pengisian stok menjelang Tahun Baru Imlek sempat memberikan dorongan sementara.

Secara historis, harga karet dunia memang berfluktuasi. Dalam satu bulan terakhir harga masih mencatatkan kenaikan sekitar 3,31 persen, meski secara tahunan masih terkoreksi dibandingkan level tertinggi yang sempat menyentuh lebih dari 215 sen AS per kilogram pada awal 2025.

Roy menambahkan, stabilitas sektor pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian harga komoditas global.

“Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Selama produktivitas dan pengelolaan terus dijaga, sektor ini masih mampu menopang perekonomian Balangan,” katanya. 

 

Editor : Arif Subekti
#harga #karet #dunia #Balangan #paringin