BARABAI – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terpantau mengalami pergerakan pada Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Perdagangan HST, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama pada cabai dan sayuran, sementara sebagian besar bahan kebutuhan pokok lainnya masih stabil.
Pada komoditas beras, harga terpantau stabil. Beras Unus Mutiara berada di kisaran Rp 22.500 per kilogram, Beras Siam Unus Rp 20.000 per kilogram, Beras Siam Tanggung Rp 17.500 per kilogram, Beras Siam Biasa Rp 15.000 per kilogram, hingga Beras Medium Bulog Rp 13.100 per kilogram.
Harga gula pasir juga masih bertahan. Gula pasir putih dijual Rp 18.000 per kilogram, sementara gula pasir bermerek Gulaku dan Rosebrand masing-masing Rp 19.000 per kilogram.
Minyak goreng kemasan dijual Rp 20.000 per liter, minyak goreng curah kuning Rp 17.000 per liter, sedangkan Minyak Kita dan minyak bantalan Fortune berada di harga Rp 18.000 per liter.
Pergerakan harga cukup terlihat pada komoditas cabai. Cabai merah besar tercatat naik menjadi Rp 30.000 per kilogram. Cabai rawit tiung juga mengalami kenaikan ke angka Rp 40.000 per kilogram.
Sebaliknya, cabai rawit hijau dan cabai rawit taji justru mengalami penurunan masing-masing menjadi Rp 45.000 dan Rp 40.000 per kilogram. Namun, cabai rawit lokal masih bertahan di harga tinggi, yakni Rp 100.000 per kilogram.
Sementara itu, pada komoditas sayuran, tomat dan timun tercatat mengalami kenaikan harga. Tomat kini dijual Rp 12.000 per kilogram, sedangkan timun Rp 5.000 per kilogram. Adapun sawi hijau dan kangkung masih relatif stabil.
Kepala Dinas Perdagangan Hulu Sungai Tengah, Irfan Sunarko, menyatakan bahwa fluktuasi harga bahan pokok masih dalam batas wajar.
“Pergerakan harga ini sifatnya fluktuatif, terutama pada komoditas cabai dan sayuran yang sangat bergantung pada cuaca dan pasokan dari luar daerah. Namun secara umum, stok bahan pokok di HST masih aman dan mencukupi,” ujar Irfan.
Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar-pasar tradisional guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, kami siap melakukan langkah intervensi, termasuk operasi pasar,” tambahnya.
Irfan mengatakan pihaknya juga telah menggelar operasi pasar murah di beberapa titik. Salah satunya di Desa Tanah Habang, Batang Alai Selatan.
"Ini menjadi salah satu upaya yang telah dilakukan untuk membantu warga dalam membeli bahan pokok murah jelang Ramadan," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti