BANJARBARU - Meski tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan mengingatkan sejumlah wilayah perairan diminta tetap waspada.
Pasalnya, dalam prospek cuaca mingguan periode 21–27 Januari 2026, wilayah tersebut bakal menghadapi potensi gelombang tinggi dan pasang maksimum air laut. Prakirawan BMKG Kalsel Putri Cahyaningsih menjelaskan, dinamika atmosfer dan laut selama periode tersebut masih berpotensi menimbulkan risiko.
Khususnya bagi aktivitas pelayaran serta masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan bantaran sungai. “Peringatan dini nihil, namun terdapat potensi gelombang tinggi dan pasang air laut maksimum yang perlu diantisipasi,” ujarnya, Rabu (21/1) sore.
BMKG mencatat, gelombang laut dengan ketinggian hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru pada 21–24 Januari 2027. “Kondisi tersebut berisiko terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri yang beroperasi di wilayah perairan tersebut,” paparnya.
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengeluarkan kewaspadaan terhadap pasang maksimum air laut. Di perairan Muara Sungai Barito, pasang maksimum diprakirakan terjadi pada 21 Januari 2026 pukul 21.00 Wita, dengan ketinggian mencapai 2,5 meter.
Sementara itu, di perairan Kotabaru, pasang maksimum berpotensi berlangsung pada 21–24 Januari 2026, pada rentang waktu 17.00–21.00 Wita. “Pada periode itu ketinggian air laut dapat mencapai 2,7 meter,” jelasnya.
Meski dalam periode tersebut nihil peringatan dini, pihaknya tetap meminta warga agar tetap siaga terhadap segala ancaman bencana hidrometeorologi, seperti genagan banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang, serta banjir rob di wilayah pesisir. “Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir pantai diimbau untuk tidak beraktivitas di lokasi rawan saat kondisi pasang dan cuaca memburuk,” pesannya.
Sisi lain, pihaknya juga memprediksi bakal terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Kalsel pada akhir Januari. Peningkatan curah hujan tersebut diprakirakan terjadi pada Dasarian III Januari 2026. Meski demikian, hujan yang terjadi masih berada dalam kategori normal hingga menengah dan belum mengarah pada kondisi ekstrem.
“Potensi akumulasi hujan mencapai 50–75 milimeter di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, dengan peluang kejadian 20 hingga 60 persen,” paparnya.
Selain itu, terdapat wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan 20–50 milimeter dengan peluang 40–80 persen. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Tabalong bagian timur, Kabupaten Balangan bagian timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah bagian timur, Kabupaten Banjar bagian timur, sebagian kecil Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut bagian timur, sebagian besar Kabupaten Tanah Bumbu, serta sebagian kecil Kabupaten Kotabaru.
Peningkatan hujan pada akhir Januari lebih mencerminkan pergeseran dari kondisi bawah normal menuju normal, bukan lonjakan hujan ekstrem. “Perkembangan cuaca bersifat dinamis. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” tutupnya.
Editor : Arief