Berdasarkan data UPT Pemadam Kebakaran Banjarbaru, tercatat sebanyak 46 kejadian kebakaran terjadi selama 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala UPT Damkar Banjarbaru, Syafrullah mengatakan, pada tahun 2024 jumlah kejadian kebakaran tercatat sebanyak 32 kasus. “Jadi bertambah 14 kasus pada 2025,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan catatan petugas, penyebab kebakaran masih didominasi oleh arus pendek listrik. Menurut Syafrullah, kondisi tersebut masih menjadi faktor utama terjadinya kebakaran dari tahun ke tahun. “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, penyebab kebakaran masih didominasi oleh arus pendek listrik,” imbuhnya.
Untuk menekan angka kebakaran permukiman, UPT Damkar Banjarbaru terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan perangkat listrik, terutama instalasi rumah tangga yang berpotensi menimbulkan korsleting.
Selain itu, pihaknya juga rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan kebakaran.
“Kami tetap melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang bagaimana pencegahan terjadinya kebakaran, agar masyarakat lebih waspada,” paparnya.
Tak hanya kebakaran, tren penanganan penyelamatan oleh UPT Damkar Banjarbaru juga mengalami peningkatan sepanjang 2025. Tercatat sebanyak 542 kali tindakan penyelamatan dilakukan petugas, naik dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 433 kejadian.
“Ada peningkatan jumlah peristiwa atau penyelamatan yang kami lakukan dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Syafrullah.
Editor : Sutrisno