Akses jalan yang selama ini mereka keluhkan karena kondisinya rusak dan sulit dilalui dipastikan akan diperbaiki pada 2026 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Bupati Tapin H Yamani menyampaikan, rencana pembangunan tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Tapin kepada Pemerintah Provinsi Kalsel yang telah mendapat persetujuan.
“Kemarin memang kami usulkan ke provinsi. Alhamdulillah dikabulkan. Pembangunannya nanti dilaksanakan bertahap, ada tiga tahap. Untuk tahap pertama, anggarannya kurang lebih Rp20 miliar,” ujar Bupati Tapin, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, setelah tahap awal dilaksanakan, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap-tahap berikutnya sesuai perencanaan dan kesiapan anggaran.
"Kami berterimakasih kepada pemerintah Provinsi khusus Bapak Gubernur Kalsel yang merealisasikan pembangunan jalan di sana," ucapnya.
Kepala Bappelitbang Kabupaten Tapin, Meidy Harris Prayoga, mengungkapkan bahwa total usulan pembangunan yang disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Tapin mencakup pembangunan badan jalan pada ruas Margasari–Sawaja serta Rawana–Buas-buas.
“Total panjang jalan yang diusulkan kurang lebih 20 kilometer, dengan perkiraan pembiayaan yang telah dihitung sekitar Rp85 miliar,” jelas Meidy.
Pembangunan tersebut direncanakan menggunakan pola karya bakti TNI atau program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan melibatkan Korem 101/Antasari. Lingkup pekerjaan meliputi pelebaran ruas jalan, peningkatan kualitas jalan, serta pembangunan dan perbaikan jembatan.
Menurut Meidy, kesiapan pelaksanaan di lapangan juga telah ditunjukkan dengan dilakukannya survei oleh pihak Korem 101/Antasari sebanyak dua kali.
“Untuk tahap awal, pekerjaan akan dimulai dari Desa Baulin yang berada di wilayah hulu. Pertimbangannya untuk memudahkan mobilisasi material dan alat,” ujarnya.
Pada tahap pertama, anggaran yang disiapkan diperkirakan sekitar Rp20 miliar. Adapun untuk tahap selanjutnya, pemerintah daerah akan menyampaikan informasi lanjutan sesuai dengan perkembangan pelaksanaan dan dukungan anggaran dari provinsi.
Meidy juga menyebutkan, wilayah Candi Laras menjadi perhatian khusus karena memiliki nilai historis tersendiri. Gubernur Kalimantan Selatan diketahui pernah mengabdi sebagai guru di wilayah tersebut.
“Ada nilai sejarah di sana. Karena itu, beliau ingin memberikan perhatian lebih, sebagai bentuk kenang-kenangan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pembangunan ruas jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wilayah pesisir sungai, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Tapin.
Editor : Sutrisno