Penanganan sementara dilakukan dengan menutup lubang jalan menggunakan material batu sirtu untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sambil menunggu perbaikan permanen.
Kerusakan jalan diduga disebabkan oleh genangan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, serta tingginya tonase kendaraan yang melintas. Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan lebih dari 30 meter pada titik tertentu.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Amos Silitonga mengatakan, penanganan sementara berupa penimbunan sirtu dilakukan langsung oleh PUPR Kalimantan Selatan.
“Penutupan lubang jalan menggunakan sirtu dilaksanakan oleh PUPR Kalsel. Secepatnya mereka akan melakukan perbaikan secara permanen,” ujarnya pada media ini, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, kerusakan tersebut dipengaruhi faktor alam karena jalur tersebut kerap terendam banjir saat curah hujan tinggi.
Sementara itu, Amat, salah seorang pengguna jalan, mengapresiasi langkah cepat pemerintah meski bersifat sementara.
“Setidaknya sekarang jalan sudah bisa dilewati dengan lebih aman. Sebelumnya lubangnya cukup dalam dan berbahaya, apalagi malam hari,” kata Amat.
Ia berharap perbaikan permanen segera dilakukan agar kerusakan tidak kembali meluas dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Sementara itu, Kasat Lantas AKP Yuwono, mewakili Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, menyampaikan, pihaknya telah memasang spanduk ajakan hati-hati melalui jalan rusak. "Saya imbau warga atau penggunaan roda dua untuk berhati-hati melalui jalan rusak tersebut," pesannya.
Editor : Sutrisno