KOTABARU - Untuk memastikan arus mudik lebaran dalam Operasi Ketupat 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan aksi jemput bola menyisir jalur lalu lintas kabupaten, Kamis (22/1).
Tim yang dipimpin langsung Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Siregar melakukan survei jalan mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Bumbu, hingga menyeberang ke Kotabaru.
Ditemui awak media di sela kegiatannya di kawasan Gedambaan, Kotabaru, pihak Ditlantas mengungkapkan bahwa survei ini bertujuan memastikan jalur yang akan dilintasi pemudik, aman dan berkeselamatan.
"Kami memantau langsung dari Banjarmasin sampai Kotabaru. Hasil observasi menunjukkan masih ada beberapa ruas jalan yang memiliki potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas (laka lantas)," ungkap Kombes Pol Fahri Siregar.
Beberapa poin krusial yang menjadi catatan kepolisian antara lain kondisi aspal yang berpasir di titik tertentu, ruas jalan yang masih rusak, hingga desain geometrik jalan seperti tikungan tajam yang menuntut kewaspadaan ekstra dari pengendara.
Meski demikian, Ditlantas memberikan apresiasi atas kesigapan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kotabaru. Kolaborasi antara Satlantas Polres Kotabaru, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR setempat dinilai sangat optimal.
"Pemerintah daerah di sini sudah menyiapkan 600 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas-ruas vital. Selain itu, dari Dinas PU juga telah melengkapi tikungan tajam dengan rambu-rambu, chevron, hingga guardrail (pagar pengaman jalan)," tambahnya.
Kabar baiknya, upaya mitigasi yang dilakukan selama setahun terakhir mulai membuahkan hasil. Berdasarkan data perbandingan tahun 2023-2024, angka fatalitas di Kalsel memang sempat mengkhawatirkan dengan total 389 korban jiwa dalam setahun atau rata-rata satu hingga dua orang meninggal dunia per hari akibat kecelakaan.
Namun, pada tahun 2025, angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 8 persen secara kuantitas, dan angka korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 32 persen.
"Ada sekitar 123 nyawa yang berhasil kita selamatkan melalui penurunan angka fatalitas ini. Di Kotabaru sendiri, Road Safety Index (indeks keselamatan jalan) meningkat dari angka di bawah 2 menjadi 2,4. Ini bukti bahwa upaya pencegahan dari Satlantas dan Forum LLAJ berjalan efektif," jelas Fahri Siregar.
Editor : Sutrisno