BANJARBARU – Musim durian kembali menghidupkan kawasan Jalan PM Noor, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru.
Deretan lapak pedagang durian musiman bermunculan, menyulap kawasan ini menjadi destinasi wisata kuliner dadakan bagi para pemburu durian.
Aroma durian yang khas langsung menyergap begitu memasuki area tersebut.
Beragam jenis durian khas Kalimantan ditawarkan.
Mulai dari durian mentega, durian madu, hingga durian janda.
Tak hanya warga Banjarbaru, pembeli dari berbagai daerah turut berdatangan demi mencicipi legitnya durian lokal.
Salah satu pedagang durian, Fahrurrazi yang akrab disapa Paman Buah mengungkapkan antusiasme pembeli masih sangat tinggi meski musim durian tahun ini menghadapi tantangan pasokan.
“Dalam sehari bisa terjual sekitar 300 sampai 500 buah durian. Pembelinya tidak hanya dari Banjarbaru, tapi juga dari Banjarmasin, Tanah Bumbu, bahkan Kotabaru,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar durian yang dijual saat ini berasal dari wilayah Kalimantan Tengah.
Meski begitu, kualitas dan cita rasa durian tetap diminati oleh pembeli.
Sebagai pembeli, Jannah mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk berburu durian di kawasan Jalan PM Noor.
“Rasanya beragam. Ada yang manis banget, ada juga yang rasanya pas di lidah. Jadi bisa pilih sesuai selera,” katanya.
Harga durian di kawasan ini bervariasi.
Mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per buah.
Tergantung ukuran dan kualitas.
Musim durian diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.
Editor : Eddy Hardiyanto