Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pendapatan Pemkab Tabalong Melebihi Target, Ternyata Ada Silpa Rp452 Miliar

Ibnu Dwi Wahyudi • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:08 WIB
KUMPULIN PENDAPATAN : Kantor Bapenda Tabalong yang menjadi tempat penerimaan pendapatan bagi Pemkab Tabalong.  (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)
KUMPULIN PENDAPATAN : Kantor Bapenda Tabalong yang menjadi tempat penerimaan pendapatan bagi Pemkab Tabalong. (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)

TANJUNG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tabalong berhasil mengumpulkan pendapatan bagi Pemerintah Kabupaten Tabalong selama tahun 2025 melebihi target yang diharapkan.

Secara perhitungan, target pendapatan hanya pada Rp2,9 triliun lebih.

Ternyata tidak demikian. Hasilnya melebihi itu.

Baca Juga: PDI Perjuangan HSU Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan ke Pondok Babaris

“Total pendapatan capaiannya 115 persen dengan realisasi pendapatan sebesar Rp3,4 triliun lebih,” kata Kepala Bapenda Tabalong, Nanang Mulkani, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, pendapatan berbesar masih pada Dana Bagi Hasil (DBH) sumber daya alam hingga Rp2,8 triliun.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Zahra Dilla Digelar di Polresta Banjarmasin, Tergambar Sebelum Dicekik Korban Sempat Diborgol

Selain itu, terdapat dana simpanan atau silpa di tahun yang sama sebesar Rp452 miliar.

“Untuk pendapatan asli daerah juga melebihi target dengan persentase 101 persen. Sebesar Rp295 miliar,” jelasnya.

Baca Juga: Dispora Kalsel Susun Agenda Olahraga Rekreasi dan Tradisional Sepanjang 2026

PAD Tabalong dituai dari pajak daerah sebesar Rp 141 miliar lebih, retribusi daerah sebesar Rp 50 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dikeluarkan Rp14 miliar lebih, serta pendapatan lainnya sebesar Rp 89 miliar lebih.

Semua dana ini, disampaikan Nanang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan di tahun 2026. 

Editor : Arif Subekti