BANJARBARU – Organisasi Bares 698 menginisiasi kegiatan sosial pascabanjir dengan memfokuskan bantuan pada pembersihan tempat-tempat ibadah yang terdampak banjir di sejumlah wilayah, salah satunya di kawasan Teras Pelangi, Banjarbaru.
Ketua Umum Bares 698, Kemas Rudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, khususnya dalam memulihkan fungsi musala dan langgar yang belum sempat dibersihkan pasca genangan air.
“Ini semua murni inisiatif konten dari internal kami. Kami membantu masyarakat yang terdampak banjir, dan pada fase pascabanjir ini kami berkonsentrasi pada tempat-tempat ibadah,” ujarnya, Selasa (20/1).
Selain melakukan pembersihan, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa alat-alat kebersihan serta perlengkapan kebutuhan ibadah bagi musala dan langgar di wilayah terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengerahkan sebagian dari total kekuatan organisasinya yang berjumlah sekitar 528 anggota. Namun tidak seluruh anggota diterjunkan secara bersamaan. “Sebagian anggota hadir di lokasi hari ini, sebagian lainnya standby di posko masing-masing, dan ada juga yang sedang menjalankan kegiatan lain,” jelasnya.
Usai kegiatan di Teras Pelangi, pihaknya menjadwalkan aksi sosial ke dua titik lain di kawasan Pengayuan, termasuk salah satunya di area Tempat Pendidikan Alquran (TPA) yang juga terdampak banjir.
Pemilihan lokasi Taras Pelangi, menurutnya berdasarkan hasil survei tim di lapangan yang menemukan masih adanya musala yang belum mendapatkan penanganan pascabanjir.
“Ini hasil survei kawan-kawan di lapangan. Masih ada musala yang belum sempat dibersihkan, jadi kami fokus ke sana,” katanya.
Editor : M Oscar Fraby