Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hujan Lebat Sebabkan Kebun Sayur Rusak, Petani di Banjarbaru Alami Penurunan Kualitas Panen

Sheilla Farazela • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:52 WIB
Kebun sayur milik Suyantoro yang mengalami kegagalan karena hujan deras beberapa waktu lalu.
Kebun sayur milik Suyantoro yang mengalami kegagalan karena hujan deras beberapa waktu lalu.

BANJARBARU – Intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sejumlah kebun sayur di wilayah Banjarbaru dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir yang merendam lahan pertanian hingga setinggi 1,5 meter.

Suyantoro, salah seorang petani di Jalan Pondok Mangga Loktabat Utara, mengatakan hampir seluruh lahan kebunnya seluas sekitar 1,5 hektare terdampak banjir. Akibatnya, hasil tanaman tidak dapat dipanen secara maksimal karena kualitasnya menurun drastis.

“Bukan gagal panen sepenuhnya, tapi kualitasnya kurang bagus semua,” ujar Suyantoro, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, kebun yang dikelolanya ditanami berbagai jenis sayuran, seperti tomat, cabai rawit dan cabai keriting, terong, pare, kacang panjang, serta buncis. Namun, sebagian besar tanaman rusak setelah terendam banjir beberapa waktu.

“Airnya sampai selutut, terendam dan hujan teruskan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, khususnya pada bulan Desember, banjir kerap merendam kebun-kebun di kawasan tersebut.

Bahkan, kejadian serupa telah dialaminya dua tahun berturut-turut. “Setiap Desember pasti begini. Sudah dua kali berturut-turut tiap tahun,” terangnya.

Ia menyebut, tanaman cabai menjadi komoditas yang paling parah terdampak akibat genangan air. Selain rusak, hasil panen juga tidak layak jual karena kualitas menurun.

 

Untuk meminimalkan kerugian, Suyantoro mengaku melakukan penyesuaian waktu tanam. Ia berupaya menanam di luar periode rawan hujan agar panen bisa dilakukan sebelum musim hujan tiba. “Nanti nanam lagi, tapi bukan bulan Desember. Biasanya sebelum itu sudah panen,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, Suyantoro juga menyoroti persoalan drainase. Ia menilai saluran air di sekitar kebun tidak memadai karena gorong-gorong terlalu kecil dan kerap tersumbat, sehingga memperparah genangan saat hujan deras.

“Aliran airnya ke bawah, tapi gorong-gorongnya kecil dan sering tersumbat,” pungkasnya.

 

Editor : M Oscar Fraby
#Banjir #kebun #banjarbaru