BANJARBARU – Pelanggaran pemanfaatan fasilitas umum masih marak terjadi di Kota Banjarbaru.
Dalam patroli cipta kondisi yang digelar Senin (19/1/2026), Satpol PP Banjarbaru menemukan PKL berjualan di bahu jalan dan trotoar.
Bahkan bangunan warung yang berdiri di atas saluran drainase.
Patroli dilakukan oleh Satpol PP Banjarbaru Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat melalui Seksi Operasi dan Pengendalian bersama Seksi Kerja Sama, dengan menyisir sejumlah titik rawan pelanggaran.
Kasatpol PP Banjarbaru, Dedy Sutoyo mengatakan pelanggaran paling menonjol ditemukan di Jalan Beringin.
“Di Jalan Beringin, kita menemukan enam PKL yang berjualan di bahu jalan, serta tiga bangunan warung yang menutup saluran drainase. Petugas langsung memberikan teguran lisan kepada PKL dan teguran tertulis kepada pemilik bangunan. Pemilik warung diminta merapikan bangunan agar tidak lagi berdiri di atas drainase,” katanya.
Petugas juga menindaklanjuti laporan masyarakat melalui SP4N Lapor dengan menyisir Jalan Kemuning dan Jalan Sintuk.
“Di dua lokasi tersebut tidak ditemukan PKL. Namun di Jalan Lanan Pasar Banjarbaru, petugas masih mendapati enam PKL yang menggunakan trotoar untuk berjualan. Teguran lisan pun diberikan karena aktivitas tersebut mengganggu hak pejalan kaki,” sebutnya.
Selain PKL, petugas turut mengingatkan pemilik toko agar tidak memanfaatkan trotoar sebagai tempat meletakkan barang dagangan.
Patroli kemudian berlanjut ke Jalan Karang Anyar I.
Di lokasi ini, Satpol PP menemukan kios baru yang berdiri di atas fasilitas umum perumahan dan menutup drainase.
“Kami meminta pemilik kios segera memindahkan bangunan tersebut. Pemilik kios menyatakan siap membongkar dan memindahkan bangunan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Dua PKL yang berjualan di bahu jalan di kawasan tersebut juga ditegur dan diminta memundurkan lapak demi keselamatan pengguna jalan.
Dedy menegaskan, patroli dan penertiban akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan gangguan ketertiban umum dan potensi kecelakaan.
“Selama patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif,” sebutnya.
Editor : Eddy Hardiyanto