BANJARMASIN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar demo di depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (19/1/2026) siang.
Aksi ini merupakan jilid II lanjutan dari penolakan mahasiswa terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung atau melalui DPRD, setelah sebelumnya menggelar aksi serupa pada Kamis (15/1/2026).
Dalam aksinya, massa menuntut kehadiran langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, untuk menemui mereka dan mengakomodasi tuntutan yang disampaikan.
Mahasiswa menegaskan dialog dengan pimpinan DPRD menjadi syarat utama aksi dapat dihentikan.
Ketua BEM UIN Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani menekankan bahwa kehadiran Ketua DPRD tidak bisa diwakilkan.
“Sampai beliau bisa hadir dan membawa solusi, kita ingin lihat seberapa jauh dewan kita,” ucapnya saat berorasi di depan Rumah Banjar.
Sebagai bentuk simbolik perlawanan, massa juga menutup spanduk pimpinan DPRD Kalsel yang terpasang di pagar gedung dengan tulisan “Gedung Ini Disita Rakyat”.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Situasi terpantau kondusif meski massa terus menyuarakan tuntutan penolakan terhadap Pilkada tidak langsung.
Editor : Eddy Hardiyanto