Kepala BNNK Balangan, Faisal Sidiq, mengatakan tes urine tersebut menyasar aparatur sipil negara dan tenaga non-ASN, serta lingkungan masyarakat, swasta, dan pendidikan.
“Tes urine ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pembuktian bahwa aparatur pemerintah harus bersih dan menjadi contoh dalam perang melawan narkoba,” ujarnya, Senin (19/1).
Faisal merinci, sepanjang 2025 tes urine dilakukan terhadap 1.526 orang di lingkungan instansi pemerintah.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 230 orang di lingkungan masyarakat desa, 397 orang di lingkungan swasta, serta 168 orang di lingkungan pendidikan. Secara keseluruhan, jumlah sasaran tes urine mencapai 2.321 orang.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Faisal mengakui terdapat sejumlah sampel yang dinyatakan positif. Namun ia menegaskan, hasil positif tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan narkotika.
“Ada beberapa sampel yang hasilnya positif, tetapi setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi medis, itu berasal dari efek obat penenang yang dikonsumsi sesuai resep dokter,” tegasnya.
Menurut Faisal, penegasan ini penting agar tidak menimbulkan persepsi keliru maupun stigma terhadap aparatur yang telah menjalani pemeriksaan. Seluruh hasil positif, lanjutnya, telah melalui pemeriksaan lanjutan dan dinyatakan tidak terkait dengan narkotika.
Ia juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan tes urine terdapat beberapa satuan kerja perangkat daerah yang tidak dapat hadir saat pemanggilan awal.
Namun, saat BNNK Balangan mendatangi langsung ke instansi terkait, aparatur yang bersangkutan diketahui sedang menjalankan tugas luar.
Melalui kegiatan tes urine ini, BNNK Balangan berharap budaya anti narkoba semakin menguat, dimulai dari lingkungan pemerintahan hingga ke masyarakat luas. Keteladanan aparatur dinilai menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan.
“Kalau aparatur bersih dan disiplin, pesan pencegahan akan lebih mudah diterima masyarakat,” tutup Faisal.
Editor : Sutrisno