Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Pesisir Kalsel Diminta Waspada, Fase Bulan Baru Picu Rob 2,8M Hingga 24 Januari

M Fadlan Zakiri • Minggu, 18 Januari 2026 | 14:57 WIB
Banjir rob yang menggenangi pemukiman Warga Kelurahan Kertak Hanyar, Banjarmasin beberapa waktu lalu (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Banjir rob yang menggenangi pemukiman Warga Kelurahan Kertak Hanyar, Banjarmasin beberapa waktu lalu (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

BANJARBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Selatan.

Ancaman tersebut dipicu fase bulan baru yang terjadi pada 18 Januari 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

Forecaster Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rianita Sekar, mengatakan berdasarkan hasil pantauan data water level serta prediksi pasang surut, potensi banjir rob terjadi di wilayah perairan Muara Sungai Barito dan perairan Kotabaru.

“Fase bulan baru pada 18 Januari ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Kondisi ini dapat memicu banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Kalimantan Selatan,” ungkap Rianita Sekar, Minggu (18/1/2026) sore.

Untuk wilayah perairan Muara Sungai Barito, pasang maksimum berpotensi terjadi pada 17 hingga 21 Januari 2026, khususnya pada pukul 19.00 hingga 22.00 WITA.

“Ketinggian pasang diprakirakan dapat mencapai 2,5 meter. Untuk wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir perairan Sungai Barito,” jelasnya.

Sementara itu, pasang maksimum di perairan Kotabaru, diprediksi terjadi pada periode 17 hingga 24 Januari 2026.

Puncak pasang diperkirakan berlangsung pada pukul 17.00 hingga 21.00 WITA, dengan ketinggian maksimum mencapai 2,8 meter.

“Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir perairan Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan serta kawasan pesisir.

Dampak yang mungkin timbul antara lain terganggunya kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, hingga sektor perikanan darat.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar tetap waspada dan siaga menghadapi potensi banjir rob selama periode tersebut.

Warga diminta untuk terus memantau informasi resmi BMKG serta melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko.

“Warga di wilayah pesisir kami imbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi terhadap dampak pasang maksimum air laut dan potensi banjir rob,” imbaunya.

Editor : Arif Subekti
#Banjir #pesisir #kalimantan selatan #bmkg #waspada