Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Berulang Sejak 2016! Warga Teras Pelangi Minta Pemko Banjarbaru Tinggikan Jalan dan Buat Drainase

Sheilla Farazela • Minggu, 18 Januari 2026 | 12:34 WIB
SEJAK 2016: Jalan rusak dan berlumpur usai banjir di Perumahan Teras Pelangi. Warga minta Pemko Banjarbaru meninggikan jalan dan membuat drainase.
SEJAK 2016: Jalan rusak dan berlumpur usai banjir di Perumahan Teras Pelangi. Warga minta Pemko Banjarbaru meninggikan jalan dan membuat drainase.

BANJARBARU – Warga Perumahan Teras Pelangi, Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru mendesak pemerintah memberikan solusi permanen atas persoalan banjir yang terus berulang sejak 2016.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan lingkungan perumahan rusak parah pascabanjir.

Lumpur bercampur genangan air menutupi badan jalan, membentuk kubangan yang menyulitkan aktivitas warga serta akses kendaraan.

Salah seorang warga, Samlan mengungkapkan banjir di kawasan tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama.

Namun baru mendapat perhatian luas beberapa tahun terakhir.

“Kami di sini mulai merasakan kejadian ini sejak 2016. Cuma baru terliputnya sekitar 2021 lalu. Padahal kejadiannya sudah lama,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, setiap hujan deras, jalan perumahan kembali terendam hingga memaksa warga mengungsi.

Kerusakan infrastruktur memperparah kondisi dan membuat mobilitas warga lumpuh.

Samlan menegaskan, warga kini tidak lagi mengharapkan bantuan logistik saat banjir melanda.

Mereka menuntut perbaikan menyeluruh agar persoalan banjir tidak terus berulang.

“Bantuan itu kami tidak terlalu membutuhkan. Yang kami butuhkan itu bagaimana caranya supaya kami tidak mengungsi lagi. Jalannya ditinggikan,” katanya.

Namun, ia mengingatkan peninggian jalan harus dibarengi dengan sistem drainase yang memadai.

Tanpa gorong-gorong, air justru akan menggenangi rumah warga.

“Kalau jalan ditinggikan tapi tidak ada gorong-gorong, otomatis rumah kami jadi kolam. Harus ada drainase supaya air bisa mengalir ke sungai,” tegasnya.

Ia juga menyebut kerusakan jalan terjadi hampir di seluruh kawasan perumahan.

Termasuk gang-gang belakang yang kondisinya dinilai lebih parah dan sulit dilalui kendaraan.

Terkait status jalan, Samlan mengaku mendengar informasi bahwa jalan tersebut telah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Banjarbaru.

Namun belum ada kejelasan resmi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima usulan resmi terkait perbaikan jalan di Perumahan Teras Pelangi.

“Silakan diusulkan, baik melalui proposal yang dilampirkan dengan bukti serah terima fasilitas umum jalan tersebut, atau melalui musrenbang,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini kawasan tersebut belum masuk dalam prioritas musrenbang tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Selain itu, pada tahun anggaran 2026, Pemko Banjarbaru tengah menghadapi efisiensi anggaran.

“Kemampuan kami terbatas untuk menangani semua usulan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Banjir #Pemko Banjarbaru #tinggikan jalan