Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Status Siaga Bencana Banjir di Tanah Laut Tak Diperpanjang

Norsalim Yahya • Jumat, 16 Januari 2026 | 14:59 WIB

TAK DIPERPANJANG : Posko siaga bencana yang ada di Kecamatan Bati-Bati ditutup seiring tak diperpanjangnya status siaga bencana oleh Pemkab Tala. (BPBD Tala untuk Radar Banjarmasin)
TAK DIPERPANJANG : Posko siaga bencana yang ada di Kecamatan Bati-Bati ditutup seiring tak diperpanjangnya status siaga bencana oleh Pemkab Tala. (BPBD Tala untuk Radar Banjarmasin)
PELAIHARI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut (Tala) resmi menghentikan status siaga bencana banjir.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan yang menunjukkan situasi semakin terkendali, termasuk pulihnya akses jalan utama yang sebelumnya terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan status siaga yang berlaku hingga 15 Januari 2026 tidak diperpanjang, menyusul membaiknya kondisi di wilayah terdampak banjir.

“Status siaga kita sampai dengan tanggal 15 Januari 2026 kemarin. Setelah koordinasi dan melihat kondisi di lapangan dimana air sudah mulai surut signifikan di beberapa wilayah, sementara waktu status tidak kita perpanjang,” ujarnya Jumat (16/1/2026).

Penghentian status siaga tersebut juga diikuti dengan penarikan personil ke posko induk BPBD, yang sebelumnya difungsikan sebagai pusat pengendalian penanganan banjir.

Meski demikian, BPBD menegaskan bahwa pengawasan tetap dilakukan, meski tidak lagi terpusat di posko induk. Personel TNI, Polri, dan relawan dikembalikan ke satuan masing-masing untuk tetap memantau kondisi sisa genangan di tingkat kecamatan.

“Pos pengawasan kita tarik anggotanya, jadi pengawasan intens melalui kantor masing-masing. TNI melalui kantornya, Polri kembali ke stasiun masing-masing,” tambah Aspi.

Salah satu indikator utama penghentian status siaga adalah pulihnya jalur transportasi vital, khususnya jalan poros utama yang sempat terendam cukup dalam dan menghambat aktivitas warga serta distribusi logistik.

“Pertimbangan kita menetapkan status siaga sebelumnya karena jalan akses banyak yang terendam, terutama jalan poros utama,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi pengungsian juga mulai berangsur normal. Warga dari wilayah Benua Raya hingga Kurau dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir.

“Terakhir dilaporkan warga sudah banyak yang kembali ke rumah. Dari Benua Raya dan Kurau, meski masih ada sebagian kecil pengungsi, namun sebagian besar sudah bersiap pulang,” kata Aspi.

Untuk layanan kedaruratan pasca bencana, BPBD Tala mengalihkan penanganan melalui layanan terpadu Raza Lakas 112 yang tetap aktif 24 jam dan bebas pulsa.

“Pengaturan layanan kita melalui 112 untuk kegawatdaruratan, sisanya bisa melalui camat atau relawan setempat,” pungkas Aspi. 

Editor : Sutrisno
#Banjir #Tanah Laut #Pelaihari