Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Terkait Isu Super Flu, Dinkes Tapin Minta Masyarakat Tetap Tenang

Rasidi Fadli • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:06 WIB

TETAP TENANG: Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah mengharapkan masyarakat tenang terkait isu Super Flu.
TETAP TENANG: Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah mengharapkan masyarakat tenang terkait isu Super Flu.
RANTAU – Isu merebaknya penyakit yang disebut-sebut sebagai “super flu” belakangan ini mendapat perhatian masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Noor Ifansyah, menegaskan bahwa istilah super flu hanyalah sebutan yang berkembang di media dan bukan istilah medis resmi.

Menurut Noor Ifansyah, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, virus yang dimaksud merupakan varian dari influenza biasa, yakni Influenza A subtipe H3N2, yang termasuk dalam kategori influenza musiman.

“Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ini bukan virus baru yang berbahaya. Secara ilmiah, tidak ada bukti bahwa virus ini lebih mematikan dibandingkan influenza biasa,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).

Ia menerangkan, keberadaan varian H3N2 tersebut diketahui dari hasil surveilans rutin penyakit pernapasan yang dilakukan pemerintah. 

Setiap daerah secara berkala mengirimkan sampel ke pusat untuk dianalisis, sehingga dapat diketahui penyebab penyakit pernapasan yang beredar di masyarakat.

“Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan beberapa penyebab infeksi saluran pernapasan, salah satunya influenza A H3N2. Ini bagian dari pemantauan rutin dan pernah juga dilaporkan oleh WHO,” ujarnya.

Noor Ifansyah menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa virus tersebut berbahaya atau menyebabkan kematian secara signifikan. Penanganannya pun sama dengan penanganan influenza pada umumnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kelompok rentan tetap meningkatkan kewaspadaan. Kelompok tersebut antara lain anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau penyakit bawaan.

“Untuk kelompok ini memang perlu perhatian lebih, namun bukan berarti harus panik. Cukup mengikuti standar penanganan dan segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan memberat,” katanya.

Terkait laporan kasus di Kalimantan Selatan yang sempat disebut cukup tinggi, Noor Ifansyah menjelaskan hal itu tidak lepas dari rutinnya pelaporan surveilans, khususnya dari beberapa puskesmas di kabupaten atau kota yang dijadikan lokasi pengambilan sampel.

“Artinya, data itu muncul karena pelaporan berjalan baik dan rutin, bukan karena lonjakan kasus yang berbahaya,” tegasnya.

Kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Tapin mengimbau agar tetap menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Mulai dari olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, hingga istirahat yang cukup.

Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta menjaga jarak bila berinteraksi dengan orang yang sedang flu atau batuk.

“Kalau sedang sakit, sebaiknya pakai masker. Ini bentuk kepedulian kita agar tidak menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Noor Ifansyah menegaskan, masyarakat diminta tidak panik, tetap waspada, dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi pemerintah.

“Pada intinya, ini influenza biasa. Sistem kesehatan kita siap dan kondisi masih terkendali,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Tapin #Rantau #Super Flu