Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Protes Normalisasi Sungai Ray 2! Bupati Batola Pastikan Tak Ada Penggusuran

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 14 Januari 2026 | 13:29 WIB
BUKAN DIGUSUR: Bupati Batola Bahrul Ilmi menyampaikan penjelasan terkait normalisasi anak sungai di Alalak.
BUKAN DIGUSUR: Bupati Batola Bahrul Ilmi menyampaikan penjelasan terkait normalisasi anak sungai di Alalak.

MARABAHAN — Puluhan warga dari Kelurahan Handil Bakti, Desa Sungai Lumbah, dan Desa Beringin memadati Aula Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (15/1/2026).

Mereka datang menyuarakan keberatan atas rencana normalisasi anak Sungai Ray 2 yang membentang hingga arah Jembatan Barito Kuala.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi, Wakil Bupati Herman Susilo, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Warga menilai rencana normalisasi berpotensi mengorbankan bangunan tempat tinggal dan usaha, seperti warung dan bengkel, tanpa kajian dan sosialisasi yang memadai.

Penolakan warga menguat setelah muncul anggapan bahwa bangunan di tepi sungai masuk dalam kawasan jalur hijau.

“Kami luruskan, itu bukan jalur hijau. Itu lahan milik kami. Puluhan tahun lalu, saat proyek pelebaran jalan, terjadi tukar guling dengan pemerintah. Kami punya bukti, ada segel bahkan ada yang bersertifikat,” tegas Abdurrahman, salah satu warga, di hadapan bupati.

Keberatan serupa disampaikan Syahrul (82), warga Desa Sungai Lumbah yang telah lama memiliki bangunan di tepi Jalan Trans Kalimantan.

Ia mengaku bangunan warung miliknya kerap disebut berada di jalur hijau.

“Bangunan warung itu saya beli dari warga setempat. Segelnya terbit tahun 1990-an. Pada intinya kami tidak menolak normalisasi sungai, tapi kami keberatan kalau bangunan kami ikut jadi sasaran,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi menegaskan bahwa tidak ada rencana penggusuran bangunan milik warga.

Ia memastikan pembersihan sungai akan dilakukan secara manual, dan melibatkan masyarakat setempat melalui gotong royong.

“Tidak ada penggusuran. Pembersihan dilakukan secara manual dan melibatkan warga,” tegas Bahrul.

Pernyataan itu disambut lega oleh warga.

Mereka menyatakan siap bergotong royong dalam kegiatan pembersihan sungai yang dijadwalkan berlangsung Kamis (16/1/2026) pagi.

Bahrul menambahkan, normalisasi sungai dilakukan semata-mata untuk kepentingan bersama, terutama mengurangi risiko banjir dan mengembalikan fungsi aliran sungai.

“Ini demi kepentingan bersama, agar banjir bisa diminimalkan dan lingkungan kita lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#normalisasi sungai #Penggusuran #Bupati Batola