Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kejar Target PAD 2026! Tiket Masuk Kebun Raya Banua Diusulkan Naik Jadi 10 Ribu

M Fadlan Zakiri • Rabu, 14 Januari 2026 | 13:09 WIB
LIHAT PETA: Pengunjung sedang melihat venue yang disediakan di Kebun Raya Banua. Tiket masuk sedang diusulkan untuk mencapai target PAD.
LIHAT PETA: Pengunjung sedang melihat venue yang disediakan di Kebun Raya Banua. Tiket masuk sedang diusulkan untuk mencapai target PAD.

BANJARBARU — Pengelola Kebun Raya Banua mengusulkan penyesuaian tarif tiket masuk pengunjung, sebagai strategi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 yang ditargetkan mencapai Rp1,5 miliar.

Plt Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah menyebut usulan kenaikan tarif dinilai realistis untuk mengejar target tersebut.

Saat ini, harga tiket masih tergolong murah, yakni Rp7.000 untuk pengunjung umum, Rp5.000 bagi pelajar, dan Rp4.000 untuk anak-anak.

Sedangkan tarif baru yang diusulkan naik menjadi Rp10.000 untuk pengunjung umum, Rp8.000 bagi pelajar, dan Rp6.000 untuk anak-anak.

“Kalau nanti ada revisi tarif, misalnya dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu, kami optimistis target PAD Rp1,5 miliar bisa tercapai. Bahkan berpotensi terlampaui,” ujar Firmansyah, Selasa (13/1/2026) siang.

Meski demikian, ia menegaskan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan, dan menunggu persetujuan sesuai regulasi yang berlaku.

“Usulan sudah kami sampaikan ke pimpinan. Jadi kami masih menunggu kebijakan dan regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Firmansyah memastikan kenaikan tarif tidak dilakukan semata-mata untuk menambah pemasukan.

Pengelola juga menyiapkan peningkatan layanan serta penambahan fasilitas bagi pengunjung.

Salah satu rencana utama adalah membuka akses kawasan secara lebih luas dengan menghubungkan gerbang utama dan gerbang utara Kebun Raya Banua.

“Ke depan, area kebun raya akan lebih terbuka. Gerbang utama dan gerbang utara akan terhubung, sehingga mobilitas pengunjung semakin mudah. Ini diharapkan bisa menambah jumlah kunjungan,” terangnya.

Selain itu, UPTD Kebun Raya Banua juga merancang pembukaan sejumlah venue baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan melalui sistem reservasi.

“Kami akan menambah beberapa lokasi baru untuk kegiatan dan acara. Ini juga menjadi sumber pendapatan dari sektor non-tiket,” tambahnya.

Firmansyah menilai target PAD Rp1,5 miliar pada 2026, cukup realistis jika seluruh rencana pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai rencana.

“Insya Allah bisa tercapai dengan catatan pengembangan berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Ia berharap usulan penyesuaian tarif dapat disetujui agar pengelolaan Kebun Raya Banua semakin optimal dan sejalan dengan kebutuhan operasional.

“Tentu juga untuk pengembangan fasilitas wisata ke depan,” lugasnya.

Rencana kenaikan tarif ini pun mendapat respons dari pengunjung.

Putri, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mengaku tidak keberatan jika harga tiket dinaikkan.

Ia mengatakan Kebun Raya Banua menjadi salah satu destinasi favoritnya untuk melepas penat dari rutinitas kuliah, baik bersama teman maupun keluarga.

“Saya sering ke sini karena suasananya nyaman dan cocok untuk kumpul bareng teman atau keluarga. Kalau naik sedikit sih tidak masalah,” ujarnya.

Namun, warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ini berharap kenaikan tarif benar-benar dibarengi dengan peningkatan fasilitas, kebersihan kawasan, serta tampilan baru yang lebih menarik.

“Asal fasilitasnya ditambah, kebersihannya makin dijaga, dan wajah barunya benar-benar bagus, saya setuju saja. Kalau makin nyaman dan bersih, pasti pengunjung juga makin banyak,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Kebun Raya Banua #Target PAD #tiket masuk