AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan penopang ketahanan pangan nasional. Melalui program optimalisasi lahan rawa yang digagas secara intensif, Pemkab bertekad untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang melimpah di HSU.
Kepala Dinas Pertanian HSU, Haridi, menyampaikan bahwa upaya pengembangan pertanian rawa mendapatkan perhatian khusus dari Bupati HSU, Sahrujani dan Wakil Bupati, Hero Setiawan. “Saat ini pemerintah daerah melalui Bupati HSU, Sahrujani dan Wabup, Hero Setiawan, sangat fokus dalam pengembangan pertanian rawa lewat program optimalisasi lahan rawa,” ujarnya, Selasa (13/1).
Potensi lahan rawa di HSU sangat luas, mencapai lebih dari 84 persen dari total lahan yang memiliki potensi untuk pengembangan pertanian. “Potensi rawa yang begitu luas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya pangan penting, baik untuk lahan pertanian padi, jagung, maupun berbagai jenis hortikultura lainnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan rawa tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. “Dengan mengoptimalkan lahan rawa, kami berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi petani, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan baik di tingkat daerah maupun nasional,” harapnya.
Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah daerah telah menyusun langkah-langkah strategis mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis bagi petani, hingga pembenahan infrastruktur irigasi dan drainase di kawasan rawa.
Beberapa kecamatan percontohan telah ditetapkan untuk menguji coba model budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan rawa, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan.
Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menetapkan target yang ambisius dengan luas areal tanam yang akan dicapai sebesar 17.712 hektare. Target ini mencakup berbagai komoditas utama yang telah diidentifikasi memiliki potensi tinggi di lahan rawa.
Sedangkan mengenai target tanam tahun 2025, pihaknya menyatakan bahwa data lengkap akan segera diumumkan setelah proses evaluasi dan pembukuan hasil panen selesai dilakukan. “Kita optimistis target tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui, karena dukungan dari seluruh komponen masyarakat dan sinergi kerja antar instansi sangat kuat,” tandasnya.
Editor : M Oscar Fraby