BANJARBARU – Datang ke Kalsel meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara nasional di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1), Presiden Indonesia, Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas soal integritas.
Di hadapan ratusan siswa dan tamu undangan, Prabowo menekankan, agar anak-anak Sekolah Rakyat tidak pernah merasa rendah diri dengan latar belakang orang tua mereka yang bekerja sebagai buruh, petani, pemulung, atau pekerja kasar lainnya.
“Anak-anakku di Sekolah Rakyat, jangan kau berkecil hati, jangan kau malu jika orang tuamu hanya seorang buruh, petani miskin, atau pemulung. Mereka mulia. Mereka kerja keras dengan keringat untuk harta yang halal,” ujar Prabowo.
Prabowo bahkan secara terbuka membandingkan profesi orang tua siswa dengan para koruptor. Ia menegaskan lebih menghormati rakyat kecil yang bekerja keras daripada orang berpendidikan tinggi tetapi mencuri uang negara.
“Saya lebih hormat kepada pemulung, tukang becak yang kerja dengan keringat daripada orang-orang pintar yang jadi koruptor dan berkhianat kepada negara,” tegasnya.
Presiden meminta para siswa selalu menghormati orang tua. Bahkan, ia mengajak mereka untuk menunjukkan rasa hormat secara nyata saat pulang ke rumah. “Kalau perlu ketika pulang nanti, sungkem, cium kaki orang tuamu. Jangan pernah malu dengan profesi mereka,” katanya.
Dia menekankan, pendidikan tidak boleh menjadi alat untuk meninggikan diri dan merendahkan orang lain. “Justru, pendidikan harus melahirkan manusia berkarakter, jujur, dan berintegritas,” tekannya.
Pernyataan keras itu disampaikan Prabowo di sela peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi. Untuk diketahui, program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
Prabowo Subianto Targetkan 500 Sekolah Rakyat Dibuka
Prabowo menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 mendatang. Setiap sekolah ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa, sehingga total peserta didik bisa mencapai 500 ribu anak.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengaku terharu melihat prestasi siswa Sekolah Rakyat yang baru beroperasi enam bulan, tetapi sudah mampu meraih juara olimpiade matematika dan tampil berpidato dalam beberapa bahasa. “Saya terkesima dan terharu melihat prestasi anak-anak kita. Ini bukti bahwa dengan dukungan semua pihak, kita bisa membuat perubahan besar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia. Prabowo optimistis target tersebut bisa dicapai hingga akhir masa jabatannya. “Kita akan berjuang keras agar semua kekayaan negara bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
Di akhir pidato, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. “Guru harus selalu memberi contoh. Terima kasih atas kerja kerasnya untuk masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief