Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tiket Pesawat Kotabaru-Banjarmasin Tembus Rp1,4 juta, Dewan dan Dishub Desak Lion Group Turunkan Harga

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 13 Januari 2026 | 09:04 WIB

 

MENJELASKAN: Kadishub, Anggota DPRD Kotabaru dan perwakilan Lion Group menjelaskan dihadapan Radar Banjarmasin.
MENJELASKAN: Kadishub, Anggota DPRD Kotabaru dan perwakilan Lion Group menjelaskan dihadapan Radar Banjarmasin.

KOTABARU - Keluhan masyarakat terkait melambungnya harga tiket pesawat rute Kotabaru–Banjarbaru akhirnya tumpah di Gedung DPRD Kotabaru, Senin (12/1/2026) sore.

Dalam Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung panas namun konstruktif, pihak legislatif dan Dinas Perhubungan (Dishub) mendesak maskapai Lion Group untuk segera melakukan evaluasi tarif yang dinilai tidak masuk akal.

Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, menyebut kondisi saat ini sebagai sebuah ironi besar. Masyarakat Kotabaru memiliki bandara, namun seolah tak berdaya untuk terbang karena tarif yang menembus angka Rp1,4 juta.

"Masyarakat kita punya penerbangan, tapi mereka tidak bisa menikmati karena harga tiket terlalu mahal. Ini yang harus kita dorong bersama pemerintah daerah agar ada solusi konkret," tegas Abu Suwandi di hadapan perwakilan maskapai dan eksekutif.

Anggota DPRD Kotabaru, H Kadir, menambahkan bahwa tarif tinggi ini justru menjadi bumerang bagi maskapai. Berdasarkan pantauannya, jumlah penumpang merosot tajam hingga hanya tersisa 20-25 orang per penerbangan.

Ia memberikan hitung-hitungan logis, jika tiket diturunkan ke kisaran Rp800 ribu – Rp900 ribu, tingkat keterisian pesawat (okupansi) diyakini bisa mencapai 50 orang atau penuh.

"Daripada kursi kosong dengan harga mahal, lebih baik harga diturunkan agar pesawat penuh. Pendapatan maskapai justru akan lebih stabil," cetus H Kadir.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Khairian Anshari. Menurutnya, angka psikologis masyarakat Kotabaru untuk moda transportasi udara berada di bawah satu juta rupiah.

"Jika tiket bisa ditekan di bawah Rp1 juta, kami meyakini setidaknya 60 sampai 65 persen masyarakat akan mampu kembali menikmati layanan penerbangan. Saat ini, kami bersama DPRD sedang berupaya keras mengusahakan agar harga tersebut bisa direalisasikan," ujar Khairian.

Merespon desakan tersebut, perwakilan Lion Group Kotabaru, Rian, menyatakan telah mencatat seluruh poin keberatan dan usulan dari dewan maupun pemerintah daerah.

Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan Area Manager Kalimantan untuk diteruskan ke kantor pusat di Jakarta.

"Kami akan maksimalkan koordinasi ke pusat, termasuk mengupayakan usulan uji coba penurunan harga selama satu atau dua bulan ke depan," kata Rian.

Sebagai langkah pamungkas jika tidak ada titik temu dalam kesimpulannya, DPRD Kotabaru menjadwalkan kunjungan konsultasi langsung ke kantor pusat maskapai di Jakarta untuk memastikan aspirasi warga Bumi Saijaan ini tidak sekedar menjadi catatan di atas kertas.

Turut hadir dalam rapat kerja evaluasi tersebut antara lain Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Abu Suwandi, Anggota DPRD Kotabaru H. Kadir, dan lainnya, Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru Khairian Anshari, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotabaru Gusti Abdul Wakhid, serta perwakilan dari Lion Group, Rian.

Editor : Muhammad Rizky
#Kotabaru #tiket pesawat mahal #Komisi 2 DPRD