KOTABARU – Keluhan masyarakat soal buruknya jaringan telekomunikasi di Kotabaru terus memuncak. Sejak Kamis (8/1/2026) sore.
Layanan Telkomsel dan IndiHome dilaporkan terganggu parah, membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan komunikasi warga ikut terhambat.
Salah satu warga, Nasarudin, mengaku sangat dirugikan. Demi tetap bisa bekerja, ia terpaksa membeli kartu perdana dari operator lain sebagai cadangan.
“Ini kejadian berulang. Tahun lalu juga ada kabel putus. Kami mohon segera diperbaiki karena hampir semua pekerjaan sekarang tergantung internet,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Telkom Group memberikan penjelasan resmi. GM Witel Kalselteng, Wahyu Jati Nugroho, menyebut gangguan mulai terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 16.37 Wita.
Hasil investigasi awal menunjukkan penyebab gangguan adalah putusnya serat optik Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) di jalur Batulicin–Kotabaru.
“Titik gangguan ada di perairan tengah antara Batulicin dan Kotabaru, sekitar 22,8 kilometer dari Site Serongga,” jelas Wahyu.
Sebagai langkah mitigasi darurat, Telkom telah mengaktifkan jalur cadangan melalui jaringan radio (radio link), meski kapasitasnya terbatas.
Prioritas trafik saat ini diarahkan untuk layanan seluler, layanan publik, dan pelanggan VVIP.
Masalah ini kemudian dibawa ke DPRD Kotabaru. Dalam rapat Komisi II, anggota DPRD, Hartono, memaparkan jadwal perbaikan yang disusun Telkom untuk pemulihan jaringan secara permanen.
Rencananya pada 10–12 Januari tim penyelam tiba di lokasi untuk pengukuran dan pengecekan lapangan. Kemudian 13 Januari dilanjutkan dengan penurunan kabel.
Selanjutnya, pada 16 Januari target penyambungan kabel yang putus selesai dilakukan. Lalu 19 Januari jaringan diprediksi kembali normal sepenuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, menyesalkan gangguan yang terjadi untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir.
Pihaknya memanggil jajaran pimpinan regional Telkom dan Telkomsel untuk memberikan penjelasan.
“Kami bingung, dalam beberapa bulan saja jaringan putus lagi sampai seminggu. Informasinya kabel terkena benda asing, kemungkinan jangkar kapal,” tegas Abu Suwandi.
Ia menekankan gangguan ini berdampak sangat serius bagi produktivitas warga.
“Aktivitas jaringan terganggu, mulai transaksi keuangan hingga kegiatan pendidikan semua terhenti. Kami instruksikan Telkomsel memulihkan layanan 100 persen sesuai target,” tegasnya.
Editor : Muhammad Rizky