KOTABARU — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid, bergerak cepat menyikapi gangguan jaringan telekomunikasi yang melanda wilayah Bumi Saijaan sejak Kamis (8/1/2026) sore.
Diskominfo memastikan Telkom Group bertanggung jawab penuh dalam percepatan pemulihan layanan sekaligus pemenuhan hak kompensasi bagi ribuan pelanggan yang terdampak.
Gusti Abdul Wakhid menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait penyebab gangguan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan manajemen Telkom Group, diketahui kerusakan terjadi pada kabel optik bawah laut.
“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan Telkom Group untuk memantau progres perbaikan. Selain percepatan teknis, kami juga menekankan agar masyarakat Kotabaru mendapatkan hak kompensasi secara transparan,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Telkom Group telah menyiapkan paket kompensasi bagi pelanggan di Kotabaru.
Skema tersebut meliputi layanan suara, SMS, tambahan kuota, hingga potongan tagihan.
Kompensasi pertama berupa, paket suara dan SMS. Pelanggan mendapatkan 300 menit telepon dan 1.000 SMS yang berlaku selama tujuh hari selama masa gangguan.
Kedua, tambahan kuota. Setelah jaringan pulih sepenuhnya, pelanggan dengan paket data aktif akan memperoleh tambahan kuota hingga 3 GB.
Ketiga, diskon tagihan. Pelanggan IndiHome dan kartu HALO akan menerima diskon tagihan secara prorata sesuai durasi penurunan kualitas layanan.
Keempat, mekanisme klaim yakni pengecekan dan klaim kompensasi dapat dilakukan melalui kode dial resmi 88820#.
Sementara itu, GM Witel Kalselteng, Wahyu Jati Nugroho, menjelaskan bahwa gangguan layanan yang terjadi sejak pukul 16.37 Wita disebabkan putusnya serat optik Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) jalur Batulicin–Kotabaru.
“Titik gangguan berada di perairan tengah antara Batulicin dan Kotabaru, sekitar 22,8 kilometer dari Site Serongga,” ungkap Wahyu.
Sebagai langkah mitigasi, Telkom Group telah mengaktifkan jalur cadangan menggunakan jaringan radio atau radio link. Namun, jalur ini memiliki kapasitas terbatas sehingga prioritas trafik difokuskan pada layanan seluler esensial, layanan publik, serta pelanggan prioritas.
Proses penyambungan fisik kabel bawah laut membutuhkan waktu relatif panjang. Telkom Group menargetkan seluruh tahapan perbaikan, mulai dari penurunan kabel hingga penyambungan, rampung pada 19 Januari 2026.
“Target kami, pada 19 Januari seluruh layanan mobile maupun fixed broadband di Kotabaru sudah kembali normal 100 persen,” pungkasnya.
Kadiskominfo Kotabaru mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar selama proses pemulihan berlangsung.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan kanal pengaduan resmi melalui Call Center 188 atau media sosial @telkomsel dan @indihome apabila mengalami kendala lanjutan.
Editor: Tia Lalita
Editor : Arief