Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Akses Jalan Terendam dan Membahayakan, Dua Desa di HSS Bangun Titian Darurat

M Padil Ihsan • Senin, 12 Januari 2026 | 12:17 WIB

GOTONG ROYONG: Warga Desa Samuda dan Siang Gantung bergotong-royong membangun titian kayu sebagai jalur darurat bagi pengendara.
GOTONG ROYONG: Warga Desa Samuda dan Siang Gantung bergotong-royong membangun titian kayu sebagai jalur darurat bagi pengendara.
KANDANGAN – Tingginya debit air yang merendam akses utama Desa Samuda, Kecamatan Daha Selatan menuju Desa Siang Gantung, Kecamatan Daha Barat, Huku Sungai Selatan (HSS) memicu aksi solidaritas warga. 

Mengingat kondisi jalan yang semakin parah dan membahayakan, masyarakat setempat berinisiatif membangun jembatan titian berbahan kayu galam pada Senin (12/1/2026).

Kepala Desa Samuda, Yamin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena jalan tersebut merupakan akses utama yang sangat krusial. 

Ia mengungkapkan, keprihatinannya terhadap kondisi di lapangan. “Banyak sepeda motor yang mogok saat mencoba melintas jalan banjir,” ujarnya.

Luapan air tidak hanya menutupi badan jalan, tetapi juga menyembunyikan lubang-lubang dalam akibat aspal yang terkelupas. Kondisi ini kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh atau mengalami mati mesin (mogok) karena terperosok ke dalam air yang keruh.

Camat Daha Selatan, Ahmad Yani, mengakui bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah selama masa tugasnya. 

"Debit air sangat dalam. Meski sudah dipasang tanda peringatan, air yang keruh membuat lubang tidak terlihat, sehingga pengendara tetap kesulitan melintas," jelasnya.

Melihat urgensi jalan tersebut sebagai jalur vital bagi tenaga kesehatan, guru, hingga petani, Pemerintah Desa Samuda menggerakkan warga untuk membangun jalur alternatif sementara. 

Uniknya, pembangunan ini dilakukan secara bahu-membahu antara warga Desa Samuda dan warga Desa Siang Gantung dengan dukungan pihak kecamatan.

Jembatan yang dibangun menggunakan kayu galam ini dikerjakan secara gotong-royong. Titian ini difungsikan khusus bagi pengendara roda dua agar bisa melintas secara bergantian dengan nyaman, sementara kendaraan roda empat tetap diarahkan melintasi badan jalan yang terendam.

Meski pengerjaan telah berlangsung intensif selama satu hari, pembangunan titian darurat ini belum rampung sepenuhnya karena stok kayu galam yang tersedia telah habis. 

Masih ada beberapa titik rendaman dalam yang perlu segera ditutupi titian.

Pihak kecamatan melaporkan telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meminta tambahan bantuan kayu galam agar penyambungan jembatan dapat segera diselesaikan. 

Editor : Sutrisno
#Banjir #HSS