Kegusaran itu diluapkan dengan melakukan absensi atas ketidakhadiran mereka, dan menyebutkan pejabat yang tidak hadir sudah tidak betah menjabat pada jabatannya.
Meski saat ditanya satu persatu keberadaan mereka, sebagian perwakilan para pejabat menyampaikan ada yang keluar daerah dan menghadiri acara lainnya.
Pejabat yang tidak hadir di acara tersebut diantaranya banyak dari para camat dan kepala puskesmas.
Padahal, acara yang dilaksanakan Bapperida Tabalong itu dihadiri dua orang Tim INEY Bida Bangda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
"Mereka yang tidak hadir menjadi cacatan bagi kami, berarti mereka kurang perhatian penanganan stunting," katanya.
Habib Taufan pun bertekad akan memanggil mereka satu per satu untuk melakukan klarifikasi data stunting pada wilayah kerja masing-masing.
Bahkan, dia juga memberi atensi terhadap mereka dengan menyodorkan sanksi ketika tidak berhasil menurunkan angka stunting. "Jika data stunting tidak jalan (penurunan) akan mendapat teguran," tegasnya.
Kepala Bappetida Tabalong, Arianto mengatakan angka stunting di Tabalong sendiri meningkat dalam satu tahun terakhir. Tahun 2024 18,1 persen dan tahun 2025 meningkat menjadi 23,1 persen. "Naik 4 persen," ujarnya.
Editor : Sutrisno