Informasi wafatnya Al Habib Muhammad Al Muhdhar dikonfirmasi para relawan majelis dan pemerintah setempat yang berada di lokasi.
Salah satu relawan Majelis, H. Iwan, menyampaikan bahwa kabar tersebut diterima tak lama setelah Maghrib.
Baca Juga: Lansia Terbakar dalam Insiden Kebakaran Rumah di Babirik HSU
“Habib dikabarkan meninggal sekitar jam 19.00 WITA atau sesudah Maghrib,” ujar H. Iwan singkat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Faisal, menjelaskan bahwa Al Habib Muhammad Al Muhdhar telah berada di Kandangan sejak Desember 2025.
Selama berada di daerah tersebut, kondisi kesehatan beliau terus menurun hingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Hassan Basry Kandangan.
Baca Juga: Ibu UMKM Banjarmasin Lolos ke Final Nasional “Cerita Rasa”
Seiring kondisi yang semakin kritis, tim medis memutuskan untuk merujuk beliau ke RSUD Ulin Banjarmasin. Namun, takdir berkata lain.
“Saat dalam perjalanan menuju Banjarmasin, beliau sudah tidak merespons di dalam ambulans. Ambulans kemudian singgah ke rumah sakit terdekat, yaitu RSUD Datu Sanggul Rantau.
Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau dinyatakan meninggal dunia,” jelas Faisal.
Baca Juga: Satpol PP Banjarbaru Amankan 50 Botol Miras dari Kafe di Jalan Trikora
Jenazah Al Habib Muhammad Al Muhdhar kemudian dibawa kembali ke Kandangan dan disemayamkan di Majelis Raudhatul Ghanna Annabawiyah, Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan.
Pihak keluarga bersama pengurus majelis memutuskan almarhum akan dimakamkan di Musholla Ar Raudhah, tepat di samping makam orangtua KH. Ahmad Syairazi.
Salat jenazah dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WITA, dilanjutkan pemakaman bertepatan dengan azan Zuhur.
Baca Juga: Keluhan Warga Sungai Gampa Jadi Catatan Ombudsman
Kepergian Al Habib Muhammad Al Muhdhar meninggalkan duka mendalam bagi para jemaah dan masyarakat yang selama ini mengenal beliau sebagai ulama yang aktif berdakwah dan membina umat di Kalimantan Selatan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno