Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Meluas, Sembilan Kecamatan dan 23.395 Jiwa Terdampak di HSU

M Akbar Radar Banjarmasin • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:20 WIB
TERENDAM: Jalan Ahmad Yani Kecamatan Amuntai Tengah, depan Kantor Kejaksaan dan Bappeda HSU kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Balangan dan Negara di Kabupaten HSU. (Foto: M.Akbar/Radar Banj
TERENDAM: Jalan Ahmad Yani Kecamatan Amuntai Tengah, depan Kantor Kejaksaan dan Bappeda HSU kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Balangan dan Negara di Kabupaten HSU. (Foto: M.Akbar/Radar Banj

Ribuan Rumah dan Fasilitas Tergenang, Bantuan Sudah Tersalurkan

AMUNTAI – Banjir melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tahun 2026, menjadikan sebanyak 9 kecamatan dan 124 desa terdampak. Berdasarkan infografis yang dirilis Pusat Data dan Informasi Operasional Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops) BPBD HSU Minggu (11/1/2026).

Total korban jiwa yang terdampak mencapai 23.395 orang dari 8.067 Kepala Keluarga (KK). Data menunjukkan, jumlah rumah yang terkena dampak banjir mencapai 8.678 unit, sementara 315 Rukun Tetangga (RT) juga tergenang.

Berbagai fasilitas publik ikut terdampak, antara lain 4 fasilitas kesehatan (Faskes), 8 fasilitas ibadah (Fasdah), 9 fasilitas umum (Fasum), dan 17 fasilitas pendidikan (Fasdik). Selain itu, sebanyak 13.832 ruas jalan juga tidak dapat dilalui dengan lancar akibat genangan air.

Dari segi penyebaran wilayah terdampak, berdasarkan pie chart yang disajikan, kecamatan dengan jumlah terdampak terbanyak adalah Amuntai Tengah (17), diikuti oleh Sungai Pandan (25), Babirik (21), Amuntai Selatan (16), Sungai Tabukan (13), Amuntai Utara (8), serta Haur Gading dan Danau Panggang masing-masing sebanyak 7.

Kepala Pelaksana BPBD HSU H Syamrani, bantuan telah tersalurkan kepada sebanyak 6.180 pihak yang membutuhkan.

Sedangkan grafik perkembangan ketinggian muka air pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2026 menunjukkan kondisi di wilayah Balangan, Tabalong, dan Negara berada pada angka sekitar 6 hingga 9,7 sentimeter.

Syamrani juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kenaikan tinggi muka air di sekitar rumah dan sungai.

Langkah antisipasi yang disarankan antara lain mengamankan barang penting ke tempat yang lebih tinggi, menghindari aktivitas di area rawan banjir dan arus deras, serta mematikan aliran listrik apabila air mulai masuk ke dalam rumah.

Pihaknya juga sudah mendirikan posko pantau siaga darurat selama sepekan mengikuti kenaikan tinggi air pada sungai baik Sungai Negara dan Balangan dan Tabalong

“Posko induk berdiri di Tugu Itik Amuntai tepat berada di bibir Sungai Negara. Rencana satu pekan. Bila naik lagi maka kegiatan posko kami lanjutkan kembali,” jawabnya.

Syamrani juga menjelaskan bahwa data yang disajikan diambil dari lapangan dan proposal terkait, dengan pembaruan terakhir pada Minggu (11/1).

Data sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan kondisi lapangan, dengan pemantauan dilakukan melalui Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) dan papan ukur manual.

“Untuk informasi lebih lanjut atau pelaporan kondisi bencana, masyarakat dapat menghubungi kontak person BPBD HSU melalui nomor telepon: 0899 8827 555, 0813 5204 2050, atau 0853 4570 6578,” sampainya.

Editor : Arif Subekti
#Banjir #Fasilitas Publik #rumah #HSU #Hulu Sungai Utara