BARABAI – Banjir masih merendam Desa Kayu Rabah RT 1 dan RT 2, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), hingga Minggu (11/1/2026).
Genangan air yang belum surut sejak akhir Desember 2025 ini, membuat ratusan warga terdampak dan kesulitan beraktivitas.
Kepala Desa Kayu Rabah, Jusnan Gunanto mengatakan banjir telah merendam rumah warga selama berminggu-minggu tanpa tanda-tanda akan surut.
“Sebanyak 170 kepala keluarga terdampak dan tidak bisa beraktivitas normal di dalam rumah,” ujarnya.
Banjir yang merupakan langganan tahunan ini tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi akses jalan desa.
Akibatnya, mobilitas dan aktivitas ekonomi warga terganggu.
Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai di atas lutut orang dewasa.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati HST, Samsul Rizal.
Pada Sabtu (10/1/2026), bupati bersama rombongan turun langsung ke lokasi banjir untuk meninjau kondisi warga, sekaligus menyalurkan bantuan sembako.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Warga berharap pemerintah dapat menanggulangi banjir ini secara serius. Salah satunya melalui normalisasi sungai,” kata Jusnan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati HST Samsul Rizal menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Desa Kayu Rabah.
“Jalan desa akan kami tinggikan agar tidak lagi tergenang dan tetap bisa diakses masyarakat. Selain itu, normalisasi sungai juga akan dilakukan. Semoga ke depan banjir tidak terulang,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto