Almarhum mengembuskan napas terakhir di kediamannya setelah sempat beristirahat seperti biasa pada malam sebelumnya.
Salah satu rekan almarhum, Faisal Rahman, mengatakan Fahmi Wahid tidak menunjukkan tanda-tanda khusus sebelum wafat.
Pada malam hari, almarhum tidur nyenyak. Hingga pukul 09.00 Wita belum juga bangun, sehingga keluarga memeriksa kondisi beliau.
“Tidur nyenyak sekali. Sampai jam 9 pagi belum bangun, lalu orang rumah memeriksa. Ternyata sudah dingin, kemungkinan sudah meninggal dunia,” ujar Faisal.
Sebelumnya, Fahmi Wahid sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar sepekan.
Pada 31 Desember 2025, ia telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan dalam kondisi sehat oleh tim medis.
“Beliau sempat dirawat, sudah keluar rumah sakit dan dinyatakan sehat. Tidak disangka pagi ini meninggal dunia,” lanjut Faisal.
H Fahmi Wahid lahir di Barabai pada 3 Agustus 1964. Selain pernah berkiprah sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama, almarhum dikenal luas sebagai penyair dan penulis yang konsisten mengangkat tema budaya, bahasa, dan kehidupan masyarakat Banua dalam karya-karyanya.
Sejumlah karya sastra yang telah diterbitkan antara lain Suara Orang Pedalaman (2016), Perjalanan Debu (2018), Tandik Meratus (2019), serta Rista Kabak Burung di Tanah Banyu (2021) yang ditulis menggunakan bahasa Banjar.
Dedikasi Fahmi Wahid di bidang sastra mendapat pengakuan melalui Hadiah Seni Bidang Sastra dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 2011.
Di Kabupaten Balangan, almarhum menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Balangan periode 2023–2027.
Dalam peran tersebut, ia aktif membina kegiatan seni, sastra, dan kebudayaan daerah, sekaligus mendorong regenerasi seniman muda.
Pegiat seni asal Batumandi, Fahrul Razi, menilai Fahmi Wahid sebagai sosok penting dalam perkembangan kesenian dan literasi masyarakat Balangan.
“Beliau bukan hanya seniman, tetapi juga penggerak. Perannya besar dalam merawat ruang-ruang seni dan mendorong generasi muda agar tetap berkarya serta mengenal identitas daerah,” ujar Fahrul.
Kepergian H Fahmi Wahid menjadi duka mendalam bagi keluarga, komunitas seni, dan masyarakat Kabupaten Balangan. Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga masih mempersiapkan prosesi pemakaman. (*)
Editor : M. Ramli Arisno