Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan curah hujan tinggi yang berpotensi memperparah banjir di sejumlah wilayah.
Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB Agus Riyanto mengatakan, OMC di langit Kalsel direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan dan akan dievaluasi setiap hari. Dalam sehari, penaburan bahan semai dilakukan dua kali penerbangan.
“Instruksi penugasan OMC lima hari ke depan. Evaluasi dilakukan per hari, dengan dua kali penaburan dalam sehari,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026) malam.
Menurut Agus, wilayah prioritas OMC ditentukan berdasarkan peta operasi yang dilayer dengan peta wilayah yang masih mengalami genangan banjir.
Daerah yang masih tergenang akan menjadi sasaran utama agar hujan dapat ditekan sementara waktu.
Baca Juga: Satpol PP Banjarbaru Segera Tertibkan 26 Warung Remang-Remang di Jalan Trikora
“Di posko akan ada peta operasi yang dilayer dengan peta existing wilayah yang masih tergenang. Wilayah tersebut ditandai sebagai daerah yang diupayakan tidak turun hujan sementara waktu,” jelasnya.
Pelaksanaan OMC di Kalsel dilakukan secara kolaboratif. Sejumlah pihak terlibat, antara lain BNPB, BMKG, TNI AU melalui Lanud, Angkasa Pura, AirNav, serta pemerintah daerah setempat.
Keputusan menggelar OMC ini diambil setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan lapangan ke Kabupaten Balangan dan Banjar. Hasil peninjauan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi BNPB dan BMKG.
Baca Juga: Jalan Provinsi di Halunuk Loksado Amblas, Pengendara Diminta Hati-Hati
Dalam setiap sortie penerbangan, pesawat membawa sekitar satu ton bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau Kalsium Oksida (CaO), disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Sekali terbang membawa sekitar satu ton bahan semai,” kata Agus.
Rencananya, OMC mulai dilaksanakan Jumat malam sekitar pukul 22.00 Wita, dengan tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan rencana operasi yang disupervisi BMKG.
Baca Juga: Kejagung Bantah Lakukan Penggeledahan di Kantor Kemenhut, Hanya Pencocokan Data
Pendanaan OMC menggunakan dana siap pakai, seiring telah ditetapkannya status siaga darurat oleh Pemerintah Provinsi Kalsel serta status tanggap darurat di sejumlah kabupaten, termasuk Kabupaten Balangan.
“Karena sudah ada status siaga dan tanggap darurat, maka menggunakan dana siap pakai,” ujarnya.
Terkait kemungkinan perpanjangan atau perluasan wilayah operasi, Agus menegaskan hal tersebut bersifat dinamis dan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Baca Juga: Terendam Banjir, Satu-satunya SD di Sungai Gampa Banjarmasin Terpaksa Diliburkan
BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor agar mematuhi informasi resmi dari petugas dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Kalau ada perintah evakuasi, masyarakat harus patuh dan jangan percaya berita yang belum valid,” tegasnya.
Sementara itu, Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan membenarkan rencana pelaksanaan OMC tersebut.
Baca Juga: Empat Daerah di Kalsel Masih Kebanjiran, Wilayah Ini Jadi Perhatian Khusus
Prakirawan Cuaca Stamet Syamsudin Noor Banjarmasin Bayu Kencana Putra mengatakan, rapat teknis pelaksanaan OMC baru akan dilakukan pada Sabtu (10/1/2026).
“Besok baru dilakukan rapat pelaksanaan. Untuk teknis lainnya belum ada info lengkap, karena tidak memungkinkan dilakukan kalau malam hari,” ujarnya.
Bayu menegaskan, OMC dilakukan atas permintaan BNPB untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di Kalsel, terutama di daerah-daerah rawan banjir.
Baca Juga: Kayu Banjir Dioptimalkan Warga Terdampak, Diarahkan untuk Pembangunan Hunian Sementara
Upaya ini diharapkan mampu menekan intensitas hujan agar kondisi banjir tidak semakin meluas. (*)
Editor : M. Ramli Arisno