Imbauan tersebut disampaikan Jumat (9/1/2025), menyusul hasil pemantauan dan monitoring rutin yang dilakukan Polsek Banjang terhadap perkembangan debit air Sungai Balangan di wilayah hukumnya.
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, melalui Kapolsek Banjang AKP Robby menekankan, salah satu langkah sederhana namun efektif yang dapat dilakukan warga adalah dengan menyiapkan ban bekas mobil yang dapat dimanfaatkan sebagai alat pelampung darurat.
Upaya ini dinilai penting untuk mengantisipasi kondisi darurat apabila terjadi kenaikan air secara tiba-tiba, terutama demi keselamatan anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Ban bekas mobil dapat dimanfaatkan sebagai pelampung sementara apabila air naik secara berlebihan. Kami mengimbau warga agar menyiapkannya sejak dini dan menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau,” ujarnya pada media ini.
Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan kegiatan monitoring rutin Polsek Banjang terhadap debit air Sungai Balangan.
Meskipun saat ini ketinggian air terpantau mengalami penurunan, pihak kepolisian mengingatkan bahwa potensi kenaikan debit air masih dapat terjadi apabila curah hujan di wilayah hulu kembali tinggi.
Selain menyiapkan ban bekas mobil sebagai alat keselamatan darurat, Polsek Banjang juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, serta memastikan keselamatan seluruh anggota keluarga.
Warga juga diminta untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak kepolisian setempat apabila terjadi perkembangan situasi yang berpotensi membahayakan.
Polsek Banjang menegaskan akan terus bersiaga dan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa serta instansi terkait dalam rangka kesiapsiagaan penanganan banjir.
Posko sementara yang didirikan di Mapolsek Banjang dilengkapi berbagai perlengkapan, antara lain ban dalam sebagai alat pelampung, tali-temali, sepatu bot, jas hujan, serta obat-obatan.
Seluruh peralatan tersebut disiagakan untuk mempercepat proses evakuasi dan memberikan bantuan awal kepada warga terdampak banjir apabila kondisi memburuk.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat akibat banjir.
Diketahui, berdasarkan hasil pantauan di Pintu Air Desa Beringin, ketinggian debit air Sungai Balangan tercatat mencapai 1,67 meter.
Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 3 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya yang berada di kisaran 1,70 meter, atau masih berada pada batas normal.
Editor : Sutrisno