Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pengangguran Tanah Bumbu Turun pada 2025! Migrasi Pekerja Masih Jadi Tantangan

Zulqarnain RB • Kamis, 8 Januari 2026 | 12:36 WIB
PENGANGGURAN: Pencari kerja menyerahkan berkas lamaran kepada perusahaan saat job fair di Kabupaten Tanah Bumbu. Warga lokal bersaing dengan migrasi pekerja untuk mendapatkan pekerjaan.
PENGANGGURAN: Pencari kerja menyerahkan berkas lamaran kepada perusahaan saat job fair di Kabupaten Tanah Bumbu. Warga lokal bersaing dengan migrasi pekerja untuk mendapatkan pekerjaan.

BATULICIN – Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan tren positif.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 6,05 persen pada Agustus 2025.

Turun dari Agustus 2024, angkanya 6,37 persen.

Pemerintah daerah pun menargetkan penurunan lanjutan hingga kisaran 5 persen pada 2026.

Penurunan sebesar 0,32 persen poin ini melanjutkan tren membaik dalam dua tahun terakhir.

Pada Agustus 2023, TPT Tanah Bumbu masih berada di angka 6,56 persen.

Kemudian terus menurun pada 2024 dan 2025.

Di tengah penurunan pengangguran, partisipasi penduduk usia kerja justru meningkat.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tanah Bumbu mencapai 69,83 persen pada Agustus 2025.

Naik signifikan dari 67,35 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artinya, semakin banyak warga yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanah Bumbu, Kadri Mandar menyebut penurunan pengangguran tak lepas dari program pelatihan dan pemagangan yang digencarkan pemerintah daerah untuk menjembatani pencari kerja dengan kebutuhan industri.

“Penurunan pengangguran jadi prioritas pemerintah daerah. Target kami 2026, di kisaran 5,8–5,9 persen. Semoga bisa tercapai,” ujarnya.

Meski demikian, dinamika pasar kerja Tanah Bumbu masih diwarnai tingginya arus masuk tenaga kerja dari luar daerah.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional dalam Indikator Makro Ekonomi Tanah Bumbu 2025, sebanyak 61,46 persen pekerja di daerah ini merupakan migrasi seumur hidup.

Kondisi tersebut menjadikan persaingan kerja semakin ketat, terutama bagi tenaga kerja lokal.

Jika pertumbuhan lapangan kerja tak sebanding dengan pertambahan angkatan kerja, potensi peningkatan pengangguran tetap terbuka.

Kadri mengakui, arus migrasi tenaga kerja menjadi tantangan tersendiri.

Bahkan, tidak sedikit pekerja yang menduduki jabatan strategis turut membawa anggota keluarganya untuk menetap dan bekerja di Tanah Bumbu.

“Ada pekerja yang menduduki jabatan tertentu, lalu mengajak anggota keluarganya ikut bekerja. Jadi keluarganya ikut pindah dan menetap di Tanah Bumbu,” katanya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Migrasi Pekerja #pengangguran #Tanah Bumbu