PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) menaruh perhatian serius terhadap kondisi jembatan yang belum mantap di wilayahnya.
Bupati Tala, H Rahmat Trianto, pada Rabu (7/1) menyebutkan dari total 264 unit jembatan yang ada, masih terdapat 40 jembatan dalam kondisi belum mantap dan menjadi prioritas perbaikan pemerintah daerah.
Menurut Rahmat, perbaikan jembatan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026, dengan mengutamakan jembatan yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Beberapa jembatan yang masih terbuat dari kayu, termasuk di Desa Tabanio, masuk dalam rencana perbaikan dan pembangunan ulang.
“Di tahun 2026 ini kami kembali membangun dan memperbaiki jembatan, khususnya jembatan yang belum mantap. Jembatan kayu akan kami tingkatkan agar lebih aman dan layak digunakan,” ujar Rahmat.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca dengan curah hujan yang tinggi belakangan ini turut memperparah kondisi sejumlah jembatan. Derasnya limpahan air menyebabkan kerusakan pada jembatan yang sebelumnya belum direncanakan untuk diperbaiki dalam waktu dekat, sehingga memerlukan penanganan segera.
“Kondisi ini memaksa kami untuk menjadikan beberapa jembatan sebagai prioritas, meskipun sebelumnya tidak masuk dalam rencana. Untuk itu, kami perlu berkoordinasi dengan DPRD terkait perubahan dan penambahan anggaran,” jelasnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief